Digitalisasi Wisata Sumbawa Dorong Pelaku Lokal Jangkau Pasar Lebih Luas
Sebanyak 24 paket wisata dari 19 pengelola lokal di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini tersedia di marketplace Atourin untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata. Paket tersebut dapat dipesan secara daring dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp1,3 juta.
"Pelatihan ini tidak berhenti di ruang kelas. Hari ini wisatawan dari mana saja sudah bisa menemukan dan memesan paket wisata yang dibuat langsung oleh masyarakat Sumbawa. Infrastruktur digital yang dibangun BAKTI baru terasa manfaatnya saat masyarakat menggunakannya untuk menambah pendapatan," ujar perwakilan BAKTI Komdigi, Inneke Lady, dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga:Lampaui Target, Bea Cukai Sumbawa Kantongi Rp1,44 Triliun dalam Empat Bulan Nanang Wijayanto
Ketersediaan paket wisata tersebut merupakan hasil pelatihan yang diselenggarakan BAKTI Komdigi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Atourin pada 11-13 Agustus 2026 di Aula BKPSDM Kabupaten Sumbawa. Kegiatan itu diikuti 30 peserta secara luring dan 50 peserta secara daring dari titik Akses Internet dan BTS BAKTI di wilayah Sumbawa.
Setelah pelatihan, Atourin memberikan pendampingan daring kepada peserta hingga 16 Oktober 2026, meliputi penyusunan jadwal perjalanan (itinerary), penghitungan harga jual, penulisan deskripsi produk, penyiapan foto, hingga pengunggahan paket ke platform. Setiap paket kemudian melalui proses kurasi untuk memastikan informasi mengenai aktivitas, durasi, fasilitas, dan harga tersaji dengan jelas bagi calon wisatawan.
Paket yang ditawarkan mencakup beragam pengalaman, mulai dari wisata hiu paus di Teluk Saleh, wisata bahari dan pulau, wisata desa dan sejarah, hingga trekking serta agrowisata. Sejumlah pilihan di antaranya tur hiu paus dari My Sumbawa Trip dan Go Whale Shark Sumbawa, wisata Gili Meriam, pengalaman budaya di Desa Wisata Sapitu Lape, serta kunjungan ke Sarea Farm di Semongkat.
CEO Atourin Benarivo Triadi Putra mengatakan tantangan pelaku wisata desa bukan hanya mengembangkan potensi destinasi, melainkan mengemasnya menjadi produk yang siap dipasarkan.
"Selama pendampingan, kami bekerja bersama pengelola sampai paketnya benar-benar siap dijual. Tugas berikutnya adalah mendatangkan wisatawan, dan itu yang kami dorong lewat program PRIVILLAGE," katanya.
Baca Juga:Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Untuk mendorong pemesanan, Atourin menghadirkan program PRIVILLAGE berupa voucher potongan harga berdasarkan nilai transaksi. Potongan sebesar Rp100.000 diberikan untuk transaksi di atas Rp300.000, Rp50.000 untuk transaksi Rp100.000-Rp299.999, Rp10.000 untuk transaksi Rp10.000-Rp99.999, serta Rp5.000 untuk transaksi Rp5.000-Rp9.999. Dengan program tersebut, paket tur hiu paus seharga Rp700.000, misalnya, dapat dipesan dengan potongan Rp100.000.









