Wamen Komdigi Angga Raka Tegaskan Tak Ada Pembatasan Konten Karhutla

Wamen Komdigi Angga Raka Tegaskan Tak Ada Pembatasan Konten Karhutla

Nasional | sindonews | Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:16
share

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo secara tegas membantah terkait isu konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Instagram yang diduga dibatasi. Pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat.

"Satu, kalau tadi pertanyaannya ada pembatasan, yang pertama saya tekankan tidak ada pembatasan terhadap konten apa pun," ujar Angga di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Dia menjelaskan setiap platform digital memiliki pedoman komunitas (community guideline) yang menjadi acuan dalam menilai konten yang diunggah pengguna.

"Di setiap platform itu ada community guideline. Artinya apa? Mereka dengan sistem yang mereka, juga melihat apakah itu konten itu melanggar community guideline mereka atau tidak," kata Angga Raka.

Baca Juga: Suarakan Karhutla, Tasya Farasya Curiga IG-nya Kena Shadow BanDia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat. Dia menepis anggapan mengenai adanya pembatasan konten kritik kepada pemerintah dalam menanggulangi musibah karhutla.

"Yang jelas kita nggak ada, kita, kita semua terbuka terhadap kritik, kita pun terbuka terhadap ataupun masukan yang ada," tegasnya.

Angga menambahkan, "Sampai saat ini nggak ada. Nah, kita buktikan itu bahwa sekarang beredar, ada opini yang beredar bahwa ada pembatasan, ya tidak ada pembatasan, tapi harus juga jernih."

Selain itu, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk teliti dalam menilai informasi yang beredar di media sosial, agar terhindar dari berita bohong dan misinformasi.

"Terutama kita juga kan punya aturan. Kalau misalnya disinformasi, misinformasi, jadi tolong lebih dalam lagi untuk melihat sesuatu. Tugas kita adalah memverifikasi lagi bagaimana apakah berita itu benar atau tidak," jelasnya. Lebih lanjut, ia mengapresiasi penyampaian informasi dan pemberitaan yang dilakukan secara cepat oleh masyarakat melalui media sosial, terutama terkait situasi penanganan karhutla saat ini.

"Terima kasih kalau berita itu benar, artinya itu membantu juga kepada pemerintah untuk bisa aksi lebih cepat terhadap penanggulangan bencana dan segala macam-macamnya."

Sebelumnya, pengguna media sosial Instagram mengeluh adanya pembatasan unggahan konten terkait karhutla di Kalimantan dan Sumatera. Salah satu influencer yang terdampak yaitu Tasya Farasya.

Dia menjelaskan, biasanya Insta Story miliknya ditonton lebih dari sejuta kali. Namun, setelah membahas karhutla, jumlah views Story Instagram pribadinya turun signifikan sekitar 85.000 views. "Oh gitu caranya mainnya. Shadowbanned ya kalau speak up," kata Tasya Farasya dalam unggahannya, dikutip Minggu (18/10/2026).

Meski demikian, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa sebuah akun Instagram benar-benar terkena shadowban karena isu tertentu.

Diketahui, istilah shadowban biasanya digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika jangkauan atau visibilitas konten di media sosial diduga dibatasi tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik akun.

Topik Menarik