Mengapa Skor TKA SMA Diubah Jadi 200-800? Simak Penjelasan Kemendikdasmen
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjelaskan alasan skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) menggunakan rentang 200-800, bukan lagi skala konvensional 0-100.
Dikutip dari akun Instagram Pusat Asesmen Pendidikan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, @pusmendik, penilaian TKA menerapkan metode Item Response Theory (IRT). Metode ini digunakan untuk menghasilkan pengukuran kemampuan peserta yang terstandar, objektif, dan adil dalam asesmen berskala nasional.
Baca juga: Jelang TKA SMA 2026, Simak 3 Jenis Pelanggaran yang Harus Dihindari Peserta
Lantas, mengapa hasil TKA jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK dilaporkan dalam rentang 200-800? Berikut ini penjelasannya dikutip dari akun Instagram @pusmendik.
1. Skor TKA bukan persentase jawaban benar
Pada sistem penilaian konvensional dengan skala 0-100, nilai umumnya dipahami sebagai gambaran persentase jawaban yang benar. Namun, skor TKA tidak dihitung dengan cara tersebut.Leigh Anne Pinnock Melenggang di London Fashion Week, Tampil dengan Busana Terinspirasi dari ASI
Melalui metode IRT, kemampuan peserta diestimasi berdasarkan pola respons terhadap soal serta karakteristik setiap butir soal, termasuk tingkat kesulitan dan daya pembeda.Baca juga: Pendaftaran TKA 2026 Resmi Ditutup, 4,2 Juta Murid Sudah Mendaftar
Hasil estimasi kemampuan tersebut kemudian ditransformasikan ke dalam skala pelaporan 200-800. Penggunaan rentang ini menegaskan bahwa skor TKA merupakan skala kemampuan terstandar, bukan sekadar persentase jawaban benar atau salah.
2. Menggunakan angka positif agar lebih mudah dipahami
Alasan lainnya berkaitan dengan penyajian hasil penghitungan statistik. Estimasi kemampuan menggunakan IRT dapat menghasilkan angka negatif, nol, maupun positif, termasuk dalam bentuk desimal.Agar hasilnya lebih mudah dibaca dan dipahami, estimasi tersebut ditransformasikan ke dalam skala pelaporan positif, yakni 200-800.
Dalam skala ini, angka 200 merupakan batas bawah pelaporan, sedangkan 800 merupakan batas atas pelaporan. Tidak ada angka nol karena setiap ikhtiar dan proses belajar tetap dihargai.
3.Selaras dengan standar asesmen dunia
Penggunaan skala khusus dalam pengukuran kemampuan bukan hal baru dalam asesmen pendidikan. Sejumlah tes dan studi internasional juga menggunakan sistem pelaporan yang telah distandardisasi.Sebagai contoh, TOEFL ITP/PBT menggunakan rentang skor 310-677, sedangkan SAT menggunakan skala 200-800 pada bagian tes tertentu.Sementara itu, studi internasional seperti PISA dan TIMSS menggunakan pemodelan IRT dengan penetapan titik acuan baku (rata-rata 500).
Kemendikdasmen menekankan bahwa rentang 200-800 bukan angka acak melainkan skala pelaporan agar hasil estimasi IRT lebih mudah dibaca, dilaporkan, dan diinterpretasikan secara adil. Setiap soal yang dikerjakan dihitung secara objektif berdasarkan pola respons dan karakteristik butirnya.
Jadwal TKA SMA Sederajat 2026
1. Pendaftaran: 27 Juli-27 September 20262. Simulasi: 21-27 September 2026
3. Gladi Bersih: 5-18 Oktober 2026
4. Pelaksanaan Utama: 26 Oktober-8 November 2026
5. Pelaksanaan Susulan: 16-20 November 2026
6. Pengumuman Hasil: 23 Desember 2026.










