Cerita Anak Penjual Pisang Rebus Lulus Cumlaude di Unair Kini Terima Beasiswa Magister
Perjuangan Muhammad Afandi untuk meraih pendidikan tinggi berbuah manis. Anak dari keluarga penjual pisang rebus ini berhasil lulus dengan predikat cumlaude dari Universitas Airlangga (Unair).
Tak hanya itu, ia juga mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) langsung dari rektor Unair.
Baca juga: 19 Dosen Unpad Masuk Daftar Top 2 Ilmuwan Dunia 2026
Afandi merupakan lulusan Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair. Ia diwisuda pada periode ke-264 yang berlangsung Sabtu (10/10/2026).
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi Afandi, yang merupakan anak pertama di keluarganya yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana.Bagi Afandi, gelar Sarjana Humaniora yang kini disandangnya bukan semata-mata hasil kerja keras pribadi. Ia memandang keberhasilan tersebut sebagai buah dari perjuangan dan doa kedua orang tuanya yang selama ini mendukung pendidikannya di tengah keterbatasan ekonomi.
Baca juga: Kuliah Bareng dari S1 hingga S3 di ITS, Pasutri Ini Raih Gelar Doktor Bersama
“Terima kasih kepada Unair yang telah membuktikan kepada kita semua, bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi batas bagi seseorang untuk bermimpi dan meraih pendidikan tinggi. Hari ini saya membawa pulang bukti bahwa doa dan perjuangan orang tua tidak pernah sia-sia,” ujarnya, dikutip dari laman Unair, Selasa (13/10/2026).
Afandi juga mengingatkan pentingnya keberanian dalam menentukan arah kehidupan. Menurut dia, latar belakang bukanlah sesuatu yang dapat dipilih, tetapi setiap orang memiliki kesempatan untuk menentukan sejauh mana dirinya akan berjuang meraih cita-cita.
“Kita mungkin tidak bisa memilih dari mana kita memulai, tetapi kita selalu bisa memilih seberapa jauh kita akan melangkah,” tegasnya.
Kisah Perjuangan Keluarga Berbuah BeasiswaMagister
Perjalanan Afandi semakin istimewa ketika ia mendapat kejutan di panggung wisuda. Rektor Unair, Prof. Dr. Madyan, menyapa Afandi secara langsung dan berbincang mengenai perjuangan keluarganya selama tinggal di Surabaya.Dalam kesempatan itu, Afandi menceritakan bagaimana ibunya berjualan pisang rebus untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Perjuangan sang ibu menjadi bagian penting dari perjalanan Afandi hingga berhasil menuntaskan pendidikan sarjananya dengan predikat cumlaude.Rektor kemudian menanyakan rencana Afandi setelah menyelesaikan studi S1. Afandi pun menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di kampus yang sama.
Mendengar keinginan tersebut, Prof. Madyan langsung memberikan beasiswa jenjang magister kepada Afandi di hadapan para wisudawan. Keputusan itu disambut tepuk tangan meriah dari hadirin yang menyaksikan momen tersebut.
“Atas nama Universitas Airlangga, kami memberikan beasiswa kepada Saudara Muhammad Afandi untuk mengambil program magister. Mudah-mudahan studi Saudara berjalan lancar,” tutur Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu.










