Asam Lambung Naik sampai Tenggorokan? Coba Latihan Pernapasan Ini

Asam Lambung Naik sampai Tenggorokan? Coba Latihan Pernapasan Ini

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 23 Oktober 2026 - 16:06
share

Rasa tidak nyaman akibat asam lambung yang mendadak naik hingga ke tenggorokan sering kali mengganggu aktivitas harian. Kondisi ini memang membutuhkan penanganan yang tepat.

Namun, di luar konsumsi obat-obatan, ternyata ada teknik pernapasan sederhana yang terbukti ampuh membantu meredakan gejalanya.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan trik pernapasan perut (pernapasan diafragma) yang dapat menguatkan katup kerongkongan agar asam lambung tidak mudah naik.

Baca juga: Benarkah Air Es Bikin Gemuk? Menkes Ungkap Faktanya

"Asam lambung naik sampai ke tenggorokan? Gengs, coba trik napas ini. Tapi ada satu syarat biar kerasa. Duduk tegak, satu tangan di dada, satu di perut,” ujar dr. Cecep, dikutip Jumat (23/10/2026).Teknik ini cukup mudah dilakukan kapan saja. Langkah pertamanya adalah mengontrol alur napas dengan fokus pada gerakan perut, bukan dada. “Tarik napas lewat hidung empat hitungan, perut ngembang, dada diam. Buang lewat mulut enam hitungan, perut kempes,” ucap dia.

Dia menjelaskan, mekanisme ini secara medis bekerja dengan memanfaatkan otot diafragma untuk menahan tekanan dari dalam lambung. Ketika seseorang melakukan pernapasan perut secara benar, katup bawah kerongkongan akan tercengkeram lebih kuat.

Baca juga: 3 Cara Mencegah Penyakit Ginjal pada Anak agar Tak Sampai Cuci Darah

“Kenapa gini? Otot napas kita, diafragma, ikut ngejepit katup di ujung bawah kerongkongan. Pas napas perut, tekanan katupnya bisa naik hampir dua kali lipat, jadi asamnya lebih susah naik,” jelasnya.

Efektivitas latihan ini juga bukan sekadar teori. Menurutnya, sudah ada setidaknya 10 penelitian yang menguji manfaat latihan pernapasan terhadap penurunan gejala asam lambung. Namun, kunci utama dari keberhasilan trik ini adalah konsistensi.“Nah, syaratnya lakuin tiap hari, 5 menit 3 kali sehari habis makan siang, makan malam, sama sebelum tidur. Terus udah 10 penelitian ngecek latihan ini. Yang rutin 4 sampai 8 minggu, gejalanya cenderung berkurang,” tegas dia.

Selain rutin melatih pernapasan perut, dia juga membagikan beberapa tips gaya hidup sehari-hari untuk mencegah asam lambung kumat. Pertama adalah memberikan jeda 2 hingga 3 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur. Jika gejala sering muncul di malam hari, posisi bagian kepala tempat tidur bisa ditinggikan.

“Jeda & posisi tidur. Jeda 2 sampai 3 jam abis makan sebelum rebahan. Kalo gejala sering muncul malam, tinggikan bagian kepala tempat tidur,” beber dr. Cecep.

Kedua adalah menjaga berat badan dan mengenali pemicunya. Jika memiliki berat badan berlebih, usahakan untuk menurunkannya secara bertahap. Selain itu, catat dan hindari makanan atau minuman pemicu, mengingat pemicu asam naik bisa berbeda pada tiap orang.

Meskipun latihan pernapasan ini sangat membantu mengurangi gejala,ia mengingatkan bahwa metode ini sifatnya adalah terapi pendukung dan bukan pengganti penanganan medis utama dari dokter.

“Kapan ke dokter? Periksa kalo ada nyeri dada, susah nelen, muntah darah, BAB hitam, muntah terus, berat badan turun tanpa sebab, atau gejala gak membaik. Latihan ini bukan pengganti obat dokter,” pungkas dia.

Topik Menarik