Kisah Intan, Anak Petani Jagung yang Sukses Jadi Lulusan Terbaik IPB University
Keterbatasan ekonomi tak menjadi halangan bagi Intan Nur Rahmadhanti untuk meraih prestasi. Putri petani jagung di Lampung ini berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik IPB University di tahun ini.
Intan menempuh pendidikan tinggi di IPB University program studi Silvikultur Fakultas Kehutanan dan Lingkungan. Intan berhasil lulus dengan meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,89.
Lulusan SMAN 1 Sukoharjo, Lampung ini diterima di IPB University melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Berasal dari keluarga sederhana, Intan dapat menempuh pendidikan di IPB University dengan dukungan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Baca juga: Cerita Dini, Kuliah Sambil Bekerja hingga Jadi Wisudawan Terbaik Unesa
Ayahnya bekerja sebagai petani, sedangkan ibunya menjalankan usaha. Dukungan kedua orang tua menjadi salah satu kekuatan Intan selama menjalani pendidikan di IPB University.“Bekerja keras, rajin belajar, dan berprestasi memang penting, tapi jangan lupa menjaga kesehatan,” ujar Intan, mengingat pesan yang selalu disampaikan orang tuanya, melalui siaran pers, Selasa (6/19/2026)
Intan mengaku dirinya termasuk pribadi yang cukup ambisius. Karena itu, orang tuanya kerap menjadi “rem” yang mengingatkannya agar tidak terlalu memaksakan diri.
Baca juga: Kisah Pandu, dari Jualan Roti Sambil Kuliah hingga Jadi Lulusan Terbaik IPB
“Saya bersyukur karena di setiap langkah, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik dan mendukung keputusan serta mimpi-mimpi saya,” katanya.
Menjalani perkuliahan jauh dari orang tua menjadi salah satu tantangan bagi Intan. Namun, kondisi tersebut justru membuatnya belajar menjadi lebih mandiri dan melihat berbagai persoalan dari perspektif yang berbeda.“Secara keseluruhan, saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari IPB University karena lingkungan di dalamnya memberi banyak ruang untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang,” ujarnya.
Tertarik Silvikultur Sejak SMA
Intan memilih Program Studi Silvikultur karena sejak SMA telah memiliki ketertarikan terhadap ilmu yang berkaitan dengan lingkungan. Ketertarikan tersebut semakin kuat ketika ia mengikuti Olimpiade Geografi.Denny Sumargo Tertahan di Surabaya, Tak Bisa Pulang ke Jakarta gegara Erupsi Anak Krakatau
Saat mengenal Silvikultur lebih jauh, Intan menemukan sejumlah bidang yang sesuai dengan minatnya, seperti ekologi hutan, dinamika iklim hutan, dan pedologi. Hal tersebut membuatnya semakin yakin untuk mendalami bidang kehutanan di IPB University.
Selama menjadi mahasiswa, Intan aktif dalam sejumlah organisasi, di antaranya IPB Sustainable Science Research Students (SSRS) Association, Tree Grower Community, dan International Forestry Students’ Association. Ia juga berkesempatan menjadi finalis Mahasiswa Berprestasi IPB University.
Pengalaman mengikuti Rainforest Youth Summit di Sarawak, Malaysia menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi Intan. Dalam kegiatan tersebut, ia tidak hanya menjadi delegasi, tetapi juga volunteer. Kegiatan itu sekaligus menjadi pengalaman pertamanya pergi ke luar negeri, terlebih dengan kesempatan mengikuti program secara fully funded.
Usai meraih gelar sarjana, Intan ingin mulai membangun karier sebagai profesional di bidang yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minatnya. Di tengah persiapan membangun karier, ia juga mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri melalui program beasiswa.
Dalam jangka panjang, Intan memiliki cita-cita untuk membangun bisnis sendiri dan menulis buku tentang perjalanan hidupnya. Ia berharap kisah perjalanan tersebut kelak dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk terus belajar, berkembang, dan berani mengejar mimpi, terlepas dari latar belakang dan keterbatasan yang dimiliki.










