Apa Itu Operasi Fajar Yaman? Membebaskan Sanaa dan Mengakhiri Kudeta Houthi
Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman menyatakan bahwa operasi militer "Fajar Yaman" telah dimulai untuk "memulihkan institusi negara, membebaskan ibu kota Sanaa, dan mengakhiri kudeta milisi Houthi".
"Dengan pertolongan Tuhan, tekad rakyat kami, keberanian angkatan bersenjata serta seluruh formasi militer kami, dan dukungan dari saudara serta sahabat kami, Yaman akan melangkah menuju fajar baru kebebasan, perdamaian, dan stabilitas," ujar Rashad al-Alimi melalui platform X.
Apa Itu Operasi Fajar Yaman? Membebaskan Sanaa dan Mengakhiri Kudeta Houthi
1. Mengakhiri Kudeta Houthi sejak 2014
Kelompok Houthi merebut Sanaa dengan kekerasan pada tahun 2014 dan kemudian memberlakukan pemerintahan mereka sendiri. Mereka juga menguasai wilayah utara dan timur laut Yaman serta merebut area-area strategis di dekat pesisir Laut Merah bulan lalu.Al-Alimi, yang didukung oleh Arab Saudi, pada hari Minggu mengumumkan dimulainya serangan militer untuk merebut kembali seluruh wilayah yang dikuasai Houthi.
2. Merebut Sanaa
Tentara pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan telah memulai serangan "strategis" terhadap ibu kota untuk merebutnya kembali dari pemberontak Houthi."Angkatan bersenjata kami telah mulai melancarkan operasi serangan strategis terhadap Sanaa," kata Brigadir Jenderal Majid al-Nuzaili dalam sebuah unggahan di X."Kami menggunakan kemampuan modern dalam operasi serangan strategis ini," ujarnya.
Jaringan Al Masirah yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan melalui unggahan di Telegram bahwa terjadi serangan Saudi terhadap Sanaa.
Dalam unggahan sebelumnya, al-Nuzaili mengatakan tentara Yaman "berhasil menguasai" Selat Bab al-Mandeb dan merebut kembali bandara di dekat kota pesisir Dhubab di kegubernuran Taiz.
3. Merebut Kota-kota di Laut Merah
Kolonel Majed Abdullah al-Nazili, juru bicara pasukan Yaman, mengatakan bahwa kelompok Houthi telah melarikan diri dari wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah setelah terlibat pertempuran dengan pasukan darat yang didukung oleh perlindungan udara. "Bandara Dhubab berada di bawah kendali pasukan pemerintah. Pasukan tersebut memutus jalan antara Dhubab dan Mocha serta memperketat kendali tembakan di wilayah itu," ujar al-Nazili dalam sebuah unggahan di X."Ratusan anggota Houthi yang terkepung di wilayah Dhubab harus menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah. Sebagian milisi Houthi melarikan diri menggunakan perahu melintasi laut setelah terkepung," tambahnya.


