Ancaman AI Kian Nyata, Trump Bentuk Pasukan Super Intelijen

Ancaman AI Kian Nyata, Trump Bentuk Pasukan Super Intelijen

Global | sindonews | Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09
share

Berhenti minum alkohol selama satu bulan dapat memberikan sejumlah perubahan positif bagi tubuh. Dampaknya bisa dirasakan pada kualitas tidur, kesehatan hati, fungsi otak, hingga sejumlah faktor yang berkaitan dengan risiko penyakit.

Namun, berhenti mengonsumsi alkohol secara tiba-tiba tidak selalu aman bagi semua orang. Dikutip dari Verywell Health, seseorang yang terbiasa mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat mengalami gejala putus alkohol (alcohol withdrawal) ketika berhenti mendadak.

Karena itu, orang yang memiliki kebiasaan minum alkohol dalam jumlah besar sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum berhenti mengonsumsinya.Lantas, apa saja perubahan yang dapat terjadi pada tubuh setelah berhenti minum alkohol selama satu bulan?

1. Gejala Putus Alkohol Bisa MunculGejala putus alkohol dapat mulai muncul sekitar delapan jam setelah seseorang berhenti minum. Gejalanya antara lain kecemasan, mudah marah, gelisah, berkeringat, serta tubuh terasa tidak nyaman.Gejala tersebut umumnya dapat mencapai puncaknya dalam waktu sekitar 72 jam. Pada kasus yang berat, putus alkohol dapat membahayakan nyawa sehingga membutuhkan penanganan medis.

Baca Juga : Peringatan! Minuman Beralkohol Bisa Tingkatkan Risiko Kanker2. Kesehatan Hati Dapat MembaikBerhenti mengonsumsi alkohol dapat memberikan kesempatan bagi hati untuk memperbaiki diri, terutama pada orang yang sebelumnya mengalami gangguan hati akibat konsumsi alkohol.Meski demikian, proses pemulihan fungsi hati tidak selalu berlangsung cepat. Dalam beberapa kasus, tubuh membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menunjukkan pemulihan yang signifikan.

3. Kesehatan Metabolisme Bisa MeningkatBerhenti minum alkohol selama satu bulan juga dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan metabolisme, terutama pada orang yang sebelumnya mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedang hingga banyak.Sejumlah perubahan yang dapat terjadi berkaitan dengan resistensi insulin, tekanan darah, dan berat badan. Faktor-faktor tersebut memiliki kaitan dengan risiko diabetes, penyakit jantung, dan sindrom metabolik.

4. Gangguan Pencernaan Dapat BerkurangAlkohol dapat mengiritasi saluran pencernaan serta memicu peradangan dan perubahan pada mikrobiota usus. Ketika konsumsi alkohol dihentikan, sistem pencernaan memiliki kesempatan untuk mulai memperbaiki diri. Dalam waktu sekitar satu minggu, sebagian orang dapat mulai merasakan berkurangnya keluhan seperti nyeri ulu hati atau heartburn.

Baca Juga : Studi: Sering Minum Alkohol Bisa Bikin Pria Cepat Mandul

5. Fungsi Otak dan Kesehatan Mental Dapat MembaikBerhenti atau mengurangi konsumsi alkohol dapat membantu seseorang memahami lebih baik bagaimana kebiasaan minum memengaruhi perilaku, pengambilan keputusan, serta hubungan dengan orang lain.Mengurangi konsumsi alkohol juga dapat menurunkan risiko cedera yang berkaitan dengan gangguan kontrol impuls dan koordinasi akibat alkohol.6. Kualitas Tidur Bisa Lebih BaikAlkohol memang dapat membuat seseorang lebih cepat mengantuk, tetapi konsumsi alkohol dapat mengganggu kualitas tidur.Setelah sekitar satu minggu tanpa alkohol, sebagian orang mulai merasakan perubahan pada pola tidur. Tubuh juga dapat terasa lebih segar dan berenergi pada siang hari.

7. Fungsi Sistem Kekebalan Tubuh Dapat MeningkatKonsumsi alkohol berkaitan dengan perubahan pada sejumlah penanda peradangan serta peningkatan risiko infeksi.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menghentikan konsumsi alkohol selama sekitar tiga minggu dapat meningkatkan biomarker tertentu yang berkaitan dengan fungsi sistem kekebalan tubuh.

8. Risiko Kanker Dapat Mulai MenurunKonsumsi alkohol diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah jenis kanker, termasuk kanker hati, usus besar, pankreas, payudara, kerongkongan, serta kanker kepala dan leher.Karena itu, berhenti mengonsumsi alkohol dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan terhadap faktor risiko tersebut. Namun, penurunan risiko kanker merupakan proses jangka panjang dan tidak terjadi secara instan hanya dalam satu bulan.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, satu bulan tanpa alkohol juga dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kebiasaan minum. Seseorang dapat mulai mengenali seberapa sering mereka mengonsumsi alkohol, apa yang menjadi pemicunya, serta bagaimana kebiasaan tersebut memengaruhi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

Catatan: Bagi orang yang terbiasa mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak atau setiap hari, jangan menghentikannya secara mendadak tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis karena gejala putus alkohol dapat serius dan berpotensi mengancam nyawa. (Magang/Adelia Aini Intan)

Topik Menarik