HUT ke-81 TNI, Modernisasi Alutsista Perkuat Pertahanan Indonesia
Penguatan pertahanan nasional terus dilakukan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dilakukan di berbagai matra.
Mulai dari penguatan kekuatan laut dan udara hingga peningkatan kemampuan kendaraan tempur Korps Marinir. Sejumlah alutsista yang menjadi bagian dari penguatan tersebut antara lain KRI Sriwijaya-100, kapal selam Scorpène, kendaraan tempur amfibi AAV M-35, hingga pesawat tempur Rafale.
Peringatan HUT ke-81 TNI pada tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Penambahan dan modernisasi alutsista tersebut diarahkan untuk mendukung kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat kemampuan dalam membantu masyarakat melalui berbagai operasi selain perang.
Baca juga: HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana di Cilangkap, Panglima Jelaskan Alasannya
Peringatan tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Pembaruan kekuatan pertahanan diarahkan untuk mendukung kesiapan menjaga kedaulatan sekaligus memperluas kemampuan TNI membantu masyarakat.Di sektor udara, Indonesia memesan 42 pesawat tempur Rafale dari Dassault Aviation, Prancis. Enam unit telah diterima TNI AU, terdiri atas tiga pesawat yang tiba pada awal 2026 dan tiga lainnya pada Mei 2026.
Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi mengatakan sebanyak 18 Rafale berikutnya akan datang bertahap mulai 2027 hingga 2029.
Lihat video: LIVE Hadiri Peringatan HUT TNI, Presiden Sapa Warga
“Tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 (unit pesawat) secara bertahap. Secara bertahap, sampai dengan diperkirakan pada tahun 2029,” kata Tedi, Minggu (4/10/2026).Tedi memastikan fasilitas pendukung pengoperasian dan perawatan Rafale telah disiapkan. Pengoperasian pesawat tersebut di Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, disebut berjalan baik.
Penguatan pertahanan juga menyasar kemampuan produksi dalam negeri. Dua kapal selam Scorpène dibangun di galangan PT PAL Indonesia melalui kerja sama dengan Naval Group. Transfer teknologi dalam program tersebut mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.Di laut, KRI Sriwijaya-100 menambah kekuatan sebagai kapal induk pertama TNI AL. Korps Marinir juga menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAV M-35 dari rencana pengadaan 35 unit.
Rangkaian pengadaan tersebut memperlihatkan pembaruan kekuatan TNI pada berbagai matra. Penguatan industri nasional turut menjadi bagian dari pembangunan pertahanan dalam periode pemerintahan Prabowo-Gibran. Kesiapan alutsista dan personel menjadi penopang pelaksanaan tugas pertahanan serta kemanusiaan.
Di tengah modernisasi itu, peringatan HUT TNI disiapkan secara sederhana. Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI sekaligus Ketua Panitia Acara Doa Bersama Brigjen TNI Chandra Adibrata mengatakan acara puncak berupa upacara tanpa parade alutsista.
Menurut Chandra, sebagian besar pasukan masih bertugas di daerah, termasuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan serta evakuasi korban Kapal Virgo. Kebutuhan dukungan prajurit di lapangan menjadi pertimbangan penyelenggaraan peringatan tahun ini.
“Jadi kita banyak melaksanakan kegiatan membantu perbantuan ke SAR dan lain-lain. Jadi makanya kita laksanakan lebih sederhana untuk tahun ini,” katanya.










