Mengapa Tersenyum Menjadi Akhlak Dasar Seorang Muslim?
Senyum kerap dianggap sebagai hal sederhana dalam pergaulan. Namun dalam Islam, menampilkan wajah ramah kepada sesama ternyata termasuk bentuk kebaikan yang tidak boleh diremehkan. Lantas, mengapa senyum menjadi salah satu akhlak yang dianjurkan bagi seorang Muslim?
Senyum merupakan bahasa universal yang dapat dipahami siapa saja, bahkan tanpa sepatah kata. Ekspresi sederhana ini dapat menjadi tanda keramahan, kebahagiaan, sekaligus bentuk penghormatan kepada orang lain.
Dalam Islam, senyum bukan sekadar ekspresi wajah. Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun, termasuk ketika bertemu saudara dengan wajah yang berseri. Seperti dilansir Rumahsyo, Dalam Kitabul Jaami’ dari Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, terdapat hadis tentang anjuran berbuat baik dan menjaga hubungan dengan sesama.
Rasulullah ﷺ bersabda:وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ اَلْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Janganlah engkau memandang remeh suatu kebaikan sedikit pun, walaupun engkau hanya bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri." (HR Muslim, No. 2626).
Baca juga:5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Rektor MNC University Sambangi SMKN 4 dan SMKN 11 MalangPerluas Jaringan Pendidikan Kreatif
Hadis tersebut menunjukkan bahwa kebaikan tidak selalu berupa sesuatu yang besar. Bahkan sikap sederhana ketika bertemu orang lain pun memiliki nilai di sisi Allah SWT. Wajah yang berseri dapat membuat orang lain merasa dihargai dan diterima. Sebaliknya, wajah yang muram atau sikap yang dingin berpotensi menciptakan jarak dalam hubungan sosial.
Bermuka Manis, Bukan Sekadar Tersenyum
Istilah bermuka manis dalam hadis tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar tersenyum. Sikap ini dapat diwujudkan melalui keramahan, perhatian, empati, tutur kata yang baik, serta kesediaan membantu orang lain. Dengan demikian, bermuka manis merupakan bagian dari akhlak dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama.Seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk menjalankan ibadah yang bersifat individual, tetapi juga menjaga hubungan dengan manusia. Menyapa dengan ramah, mendengarkan orang lain dengan baik, membantu ketika dibutuhkan, dan menunjukkan kepedulian merupakan bagian dari akhlak mulia.Rasulullah ﷺ sendiri dikenal memiliki akhlak yang luhur dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Karena itu, keramahan dan wajah yang berseri menjadi salah satu bentuk keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Benarkah Banyak Tersenyum Membuat Awet Muda?
Selain memiliki nilai dalam hubungan sosial dan keagamaan, senyum juga kerap dikaitkan dengan manfaat bagi kondisi fisik dan emosional.Sejumlah penelitian mengenai senyum menunjukkan bahwa ekspresi positif tersebut dapat membantu meredakan stres, memperbaiki suasana hati, hingga memberikan efek relaksasi. Artikel yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan juga memuat sejumlah penelitian mengenai manfaat tersenyum. Salah satunya menyebutkan bahwa senyum dapat berkaitan dengan pelepasan endorfin yang berperan dalam membantu mengurangi rasa sakit.
Penelitian pada 2009 yang dikutip dalam artikel tersebut juga menemukan kaitan antara tersenyum dan periode relaksasi otot. Selain itu, tersenyum disebut memiliki hubungan dengan penurunan denyut jantung dan tekanan darah.
Profil dan Pendidikan Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS yang Disorot Terkait Status Desil
Karena itu, senyum tidak hanya memberikan kesan ramah kepada orang lain, tetapi juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap kondisi emosional seseorang.Adapun anggapan bahwa banyak tersenyum membuat seseorang terlihat lebih muda lebih tepat dipahami sebagai efek dari ekspresi wajah yang positif. Sebaliknya, kebiasaan mengerutkan dahi atau memasang ekspresi tegang dapat membuat garis-garis wajah lebih terlihat.
4 Manfaat Bermuka Manis dalam Kehidupan Sehari-hari
Membiasakan diri menampilkan wajah yang ramah dan berseri memiliki sejumlah manfaat dalam kehidupan sosial. Di antaranya:1. Menciptakan hubungan yang harmonis
Sikap ramah membuat orang lain merasa dihargai dan diterima. Hal ini dapat membantu membangun hubungan yang lebih baik, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial.2. Menebarkan energi positif
Senyum yang tulus dapat membuat suasana interaksi menjadi lebih nyaman. Sikap positif juga berpotensi menular kepada orang-orang di sekitar.3. Memudahkan interaksi dengan sesama
Wajah yang berseri dan sikap ramah membuat seseorang lebih mudah didekati. Sebaliknya, ekspresi yang selalu muram dapat membuat orang lain merasa sungkan untuk berinteraksi.4. Menjadi bagian dari akhlak mulia
Dalam perspektif Islam, tersenyum kepada sesama bukan sekadar etika pergaulan. Hadis Nabi ﷺ menunjukkan bahwa menampilkan wajah yang berseri ketika bertemu saudara termasuk kebaikan yang tidak selayaknya diremehkan.Pada akhirnya, senyum memang terlihat sederhana. Namun jika dilakukan dengan tulus, ia dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, menebarkan kebahagiaan, sekaligus menjadi bagian dari akhlak seorang Muslim.
Karena itu, tidak ada salahnya membiasakan diri menyambut orang lain dengan wajah yang berseri. Sebab, kebaikan dalam Islam tidak selalu harus dilakukan dengan sesuatu yang besar. Bahkan sebuah senyuman pun dapat bernilai ibadah ketika dilakukan dengan niat yang baik.
Baca juga:Kisah Ulama Salaf: Berbeda Pendapat dalam Fikih, Tetap Saling Menghormati










