Bukan Sekadar Sopan Santun, Ini Pentingnya Menghormati Orang Lain

Bukan Sekadar Sopan Santun, Ini Pentingnya Menghormati Orang Lain

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 30 September 2026 - 05:15
share

Sikap saling menghormati mulai terasa semakin penting di tengah kehidupan sosialyang penuh perbedaan. Dalam Islam, menghormati orang lain bukan sekadar etika pergaulan, melainkan bagian dari akhlak yang memiliki tuntunan jelas.

Islam mengajarkan seorang Muslim untuk menghormati orang yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, memuliakan ulama dan orang berilmu, serta menghargai mereka yang telah berbuat baik.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيْرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيْرَنَا

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak menyayangi yang muda dari kami.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa penghormatan menjadi bagian penting dari akhlak seorang Muslim.

Menghormati karena Ilmu dan Amal

Dalam Islam, seseorang yang memiliki ilmu dan banyak amal kebaikan memiliki kedudukan yang patut dihargai. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ تعالى يَرْفَعُ بِهذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat beberapa kaum dengan kitab ini dan merendahkan yang lain.” (Shahih Muslim)

Baca juga:QS An-Nisa Ayat 135: Perintah Allah untuk Penegak HukumKarena itu, menghormati orang berilmu merupakan bagian dari penghormatan terhadap ilmu itu sendiri.

Para sahabat juga memberikan contoh bagaimana menjaga adab di hadapan orang yang memiliki ilmu dan kedudukan.Al-Bukhari meriwayatkan bahwa ketika Hudzaifah Radhiyallahu anhu menyampaikan hadis tentang fitnah, para tabi'in ingin bertanya kepadanya. Namun, mereka merasa segan karena kewibawaan Hudzaifah.

Hal serupa juga terlihat dalam sikap para sahabat ketika berada di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka terkadang menahan diri untuk bertanya karena rasa hormat kepada beliau.

Jangan Bertanya Hanya untuk Membantah

Islam memang mendorong umatnya untuk bertanya dan menuntut ilmu. Namun, pertanyaan hendaknya dilandasi keinginan untuk memahami, bukan untuk menguji atau mempermalukan orang yang ditanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَعَلَّمُوْا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوْا بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ تُمَارُوْا بِهِ السُّفَهَاءَ وَلاَ لِتَجْتَرِؤُوْا بِهِ الْمَجَالِسِ، فَمَنْ فَعَلَ ذلِكَ فَالنَّاُر النَّارُ

“Janganlah engkau menuntut ilmu untuk mengalahkan para ulama atau membantah orang-orang bodoh dan jangan pula untuk berani di majelis. Maka barangsiapa yang melakukan hal itu maka api neraka, api neraka.” (Shahih al-Jami’, hadits no 7370 (Shahih).

Pesan tersebut menjadi pengingat agar ilmu tidak digunakan sebagai alat untuk mencari kemenangan dalam perdebatan.Seorang penuntut ilmu hendaknya menjaga adab kepada gurunya. Sebaliknya, ulama dan guru juga dianjurkan memuliakan para penuntut ilmu.Dalam sebuah hadis disebutkan:

سَيَأْتِبْكُمْ أَقْوَامٌ يَطْلُبُوْنَ الْعِلْمَ فَإِذاَ رَأَيْتُمُوْهُمْ فَقُوْلُوْا لَهُمْ: مَرْحَبًا بِوَصِيَّةِ رَسُوْلِ اللهِ وَأَفْتُوْهُمْ

“Akan datang kepada kalian satu kaum yang menuntut ilmu. Maka bila kamu melihat mereka, katakanlah kepada mereka: Selamat datang dengan wasiat/pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan berikanlah fatwa kepada mereka.” (Shahih Sunan Ibnu Majah 2/303, hadits no. 2991 (hasan))

Menghormati yang Lebih Tua

Penghormatan juga berlaku dalam hubungan antargenerasi. Orang yang lebih muda dianjurkan memuliakan mereka yang lebih tua atau lebih dahulu memiliki keutamaan dalam kebaikan.

Ibnu Umar Radhiyallahu anhu pernah menceritakan ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat tentang sebuah pohon yang menyerupai seorang Muslim.

Ibnu Umar sebenarnya mengetahui jawabannya, yakni pohon kurma. Namun, ia memilih diam karena dirinya merupakan orang yang paling muda di antara mereka yang hadir. Sikap tersebut menunjukkan bagaimana para sahabat menjaga adab dan menghormati orang yang lebih tua.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِذَا أَتَاكُمْ كَرِيْمُ قَوْمٍ فَأَكْرِمُوْهُ

“Apabila datang kepadamu yang mulia dari suatu kaum maka muliakanlah dia.”

Jangan Lupakan Jasa Orang Lain

Islam juga mengajarkan agar seseorang tidak melupakan kebaikan orang lain.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوْفًا فَكَافِئُوْهُ

“Barang siapa yang berbuat baik kepadamu maka balaslah.”

Salah satu bentuk balasan paling sederhana adalah memberikan penghormatan dan penghargaan.

Sikap tersebut juga tercermin dalam hubungan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kaum Anshar. Beliau mengingat jasa mereka dalam membantu dan memberikan perlindungan kepada kaum Muslimin.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنَّ اْلأَنْصَارَ عَيْبَتِي الَّتِي آوَيْتُ إِلَيْهَا، فَأَكْرِمُوْا كَرِيْمَهُمْ وَتَجَاوَزُوْا عَنْ مُسِيْئِهِمْ

“Sesungguhnya kaum Anshar adalah orang khusus bagiku yang aku kembali kepadanya, maka muliakanlah yang mulia dari mereka dan maafkanlah yang bersalah dari mereka.”

Merendahkan Orang Lain adalah Akhlak Tercela

Pada akhirnya, Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak merendahkan sesamanya.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

حَسبَ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

“Cukuplah seseorang menjadi jahat bahwa ia menghinakan saudaranya sesama Muslim.”

Hadis ini menjadi pengingat bahwa meremehkan atau menghinakan orang lain bukanlah perkara ringan dalam Islam.

Setiap Muslim memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik. Menghormati orang lain dapat diwujudkan melalui berbagai sikap sederhana, seperti berbicara dengan sopan, menghargai orang yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, memuliakan orang berilmu, menghargai guru dan penuntut ilmu, serta tidak melupakan jasa orang yang pernah berbuat baik.

Dengan demikian, menghormati orang lain bukan hanya menunjukkan kesopanan dalam pergaulan. Lebih dari itu, sikap tersebut merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim yang mencerminkan penghargaan terhadap sesama manusia.

Baca juga:Pahala dan Keutamaan Menegakkan Hukum dengan Adil, Dijanjikan Naungan Allah

Topik Menarik