Antisipasi Musim Penghujan, Wali Kota Jaksel Bersih-bersih Selokan dari Lumpur

Antisipasi Musim Penghujan, Wali Kota Jaksel Bersih-bersih Selokan dari Lumpur

Berita Utama | sindonews | Minggu, 27 September 2026 - 13:41
share

Pemkot Jakarta Selatan menggelar kerja bakti secara serentak di 65 titik kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (27/9/2026). Bahkan, Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo terjun langsung membersihkan lumpur di selokan kawasan Kuningan Barat, Mampang Prapatan.

Salah satu titik kerja bakti itu berada di Jalan Kuningan Barat 1, Mampang, Jakarta Selatan. Wali Kota Syafrin memimpin kerja bakti tersebut dengan 300 personel Pemkot Jakarta Selatan dikerahkan. Secara keseluruhan di 65 titik lokasi kerja bakti, ada sebanyak 10 ribu personel dikerahkan.

"Hari ini kami dari jajaran Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Selatan melaksanakan kegiatan kerja bakti berskala besar di wilayah Jakarta Selatan, di mana ada 65 titik di seluruh kelurahan di Jakarta Selatan dilaksanakan kerja bakti secara serentak," ujar Syafrin pada wartawan, Minggu (27/9/2026).

Baca juga: Konsolidasi Bangun Kekuatan Akar Rumput, Perindo Jabar Targetkan 1,4 Juta Suara pada Pemilu 2029

Dia menuturkan, kerja bakti itu dilakukan mengantisipasi musim penghujan di Jakarta Selatan, memastikan sarana dan prasarana, tepatnya saluran air. Pasalnya, sedimen pada saluran air kerap mengalami penumpukan sebagaimana yang terjadi wilayah kawasan Kuningan Barat, sehingga perlu dilakukan pembersihan.

"Dalam artian apakah itu saluran lingkungan, saluran penghubung, sungai, kali, maupun badan air, itu semuanya sudah dilakukan pembersihan. Hari ini saya turun langsung di Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, di mana fokus di sini pembersihan di Kali Mampang dan saluran lingkungannya," tuturnya.

"Jadi kita melihat tadi saluran lingkungannya, sedimennya sudah cukup tinggi, alat berat kita tidak bisa masuk, oleh sebab itu ini dilakukan secara gotong royong oleh seluruh satuan tugas, ada PPSU, pasukan biru, pasukan kuning, oranye, ini semuanya turun," jelas Syafrin lagi.

Dia menambahkan, pembersihan kali dan saluran air itu dilakukan untuk memperbesar kapasitasnya dalam menampung air, khususnya saat musim hujan. Sehingga, genangan hingga banjir yang kerap melanda hingga ke pemukiman warga bisa diminimalisir.

Dia pun meminta warga di Jakarta Selatan tidak membuang sampah sembarang, apalagi di saluran air atau kali yang bisa menyumbat aliran air. "Dengan penguatan dan peningkatan kapasitas kali dan saluran air, seperti di Kali Mampang, otomatis debit air yang bisa ditampung itu meningkat dan tentu banjir ataupun genangan yang biasanya terjadi ini bisa kita turunkan," bebernya.Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Santo menerangkan, di kawasan Kali Mampang, pembersihan dan pengerukan dilakukan sepanjang 437 meter, progres sudah 61 persen dari yang direncanakan. Pembersihan dilakukan sejak 8 Agustus hingga 30 Oktober 2026 mendatang.

"Upaya pengerukan ini untuk mengurangi permasalahan genangan atau banjir yang ada di wilayah Jakarta Selatan. Makanya sebelum terjadi musim hujan, kita siapkan payung sebelum hujan. Mudah-mudahan ketika nanti turun hujan, ini saluran kita sudah siap untuk menampung curah hujan yang mungkin ekstrem," katanya.

Dia menambahkan, selain pembersihan dan pengerukan kali dan saluran air, pihaknya juga melakukan penerapan, termasuk di wilayah Mampang yang dilakukan sejak 7 Juli hingga 4 Desember 2026 mendatang dengan progres saat ini mencapai 75 persen. Semua itu dilakukan untuk persiapan menghadapi musim hujan.

Topik Menarik