Gubernur Kalteng Salurkan Bantuan ke 6 Kabupaten dan 1 Kota Terdampak Karhutla

Gubernur Kalteng Salurkan Bantuan ke 6 Kabupaten dan 1 Kota Terdampak Karhutla

Nasional | sindonews | Jum'at, 25 September 2026 - 19:39
share

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang terdampak. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung menyalurkan bantuan di sejumlah wilayah.

Bantuan mulai dari kebutuhan pangan, bantuan tunai, air bersih hingga perlindungan kesehatan. Bantuan tersebut disalurkan di enam kabupaten dan satu kota, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Timur.

Baca juga: BMKG Ungkap Teknik Bor Dangkal untuk Padamkan Karhutla di Lahan Gambut

Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, aparat, relawan, serta unsur masyarakat. Di Kota Palangka Raya, Gubernur Agustiar secara langsung mendatangi masyarakat terdampak Karhutla di Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu.

Di wilayah tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan pangan, air bersih, masker dan vitamin, sekaligus memastikan warga mendapatkan akses layanan kesehatan. Sebanyak 179 warga juga menerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang memberikan dukungan berupa bantuan tunai, pangan, dan pendidikan.

Penyaluran bantuan kemudian berlanjut ke Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau. Sebanyak 300 paket sembako diserahkan kepada masyarakat terdampak Karhutla, sementara bantuan KHBS menjangkau ratusan warga.

Baca juga: Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional untuk Cegah Karhutla Dibentuk, Langsung di Bawah Presiden

Dalam penyaluran lainnya di wilayah Kota Palangka Raya, bantuan tunai KHBS Tahap II diberikan kepada 608 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kalampangan dengan nilai Rp250 ribu per KPM. Di Kelurahan Palangka, bantuan serupa menjangkau 2.407 KPM. Masyarakat juga mendapatkan bantuan pangan, masker dan vitamin.

Perhatian Pemprov Kalteng juga diberikan kepada kelompok mahasiswa yang terdampak Karhutla. Sebanyak 3.000 mahasiswa menerima paket sembako yang terdiri dari 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir. Selain itu, setiap mahasiswa mendapatkan multivitamin, masker KN95 serta bantuan tunai sebesar Rp100 ribu. Bantuan tidak hanya menyasar masyarakat di ibu kota provinsi. Gubernur Agustiar juga melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kabupaten terdampak Karhutla, termasuk Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Murung Raya, Barito Utara dan Barito Timur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Di Kabupaten Barito Selatan, misalnya, Pemprov Kalteng menyalurkan 6.000 paket sembako kepada masyarakat. Selain itu, sebanyak 560 tabung LPG 3 kilogram juga diberikan kepada masyarakat kurang mampu serta sejumlah kelompok penerima lainnya. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di tengah kondisi kemarau dan dampak karhutla yang turut menyebabkan keterbatasan air bersih.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur Agustiar menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus diberikan berdasarkan kebutuhan dan tepat sasaran. Pemprov Kalteng sendiri menyiapkan penyaluran bantuan pangan bagi sekitar 140.000 kepala keluarga (KK) di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, terutama masyarakat yang terdampak dan memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

“Yang benar-benar berhak menerima, itulah yang harus mendapatkan bantuan,” tegas Agustiar.

Menurutnya, penanganan dampak Karhutla tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan pangan. Pemerintah juga harus memperhatikan kebutuhan air bersih, kesehatan, pendidikan serta keselamatan masyarakat dan relawan yang terlibat dalam penanganan Karhutla.Untuk mengatasi persoalan air bersih akibat kemarau, Pemprov Kalteng terus memperkuat dukungan melalui distribusi air dan pembangunan maupun pemanfaatan sumur bor. Di bidang kesehatan, masyarakat terdampak mendapatkan masker dan vitamin untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap Karhutla.

Pemprov Kalteng juga memberikan perhatian kepada para relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla. Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan kebijakan perlindungan berupa asuransi bagi relawan Karhutla di seluruh Kalimantan Tengah.

Sementara itu, penanganan karhutla di tingkat lapangan terus dilakukan secara terpadu. Berdasarkan laporan BPBPK Kalteng pada 17 September 2026, dalam 24 jam tercatat 63 kejadian karhutla dengan total lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 115,35 hektare. Penanganan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, relawan dan unsur terkait lainnya.

Gubernur Agustiar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah meluasnya Karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan menggunakan cara membakar. Masyarakat diminta menggunakan masker dan menjaga kesehatan selama kualitas udara terdampak kabut asap.

Selain masyarakat umum, mahasiswa juga diajak mengambil bagian melalui edukasi dan penyebaran informasi yang benar mengenai Karhutla. Pemerintah menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat, relawan, mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana Karhutla. Gubernur Agustiar menegaskan, bantuan sosial yang diberikan merupakan langkah jangka pendek untuk meringankan beban masyarakat. Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah akan terus mendorong program pembangunan dan pemberdayaan agar masyarakat Kalteng mendapatkan manfaat yang lebih besar.

“Selama masyarakat masih membutuhkan, Insya Allah pemerintah hadir untuk itu,” ujar Agustiar.

Dengan penyaluran bantuan yang dilakukan secara bertahap di sejumlah kabupaten dan kota, Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat yang terdampak karhutla tetap mendapatkan kebutuhan dasar, perlindungan kesehatan dan dukungan sosial selama menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan serta musim kemarau.

Topik Menarik