Ketua MUI Apresiasi Sikap Tegas Delegasi Indonesia Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengapresiasi langkah tegas delegasi Indonesia walk out (WO) saat PM Israel Benjamin Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS. Menurut Niam, hal itu perlu diikuti langkah-langkah politik lainnya, termasuk boikot.
"Saya memberikan apresiasi atas sikap tegas Indonesia melakukan walk out saat pidato PM Israel di Sidang PBB. Ini sebagai bentuk komitmen dan konsistensi terhadap dukungan perjuangan kemerdekaan Palestina, dan perjuangan antipenjajahan, yang selama ini dilakukan oleh rezim Israel," ujar Niam dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Menurut Niam, langkah WO tersebut perlu dilanjutkan dengan langkah politik lainnya. "Perlu dilanjutkan dengan langkah-langkah politik, termasuk boikot," kata Niam.
Baca Juga: 77 Negara Walk Out Massal saat Netanyahu Pidato di PBB, Salah Satunya Indonesia
Diketahui, total ada 77 negara yang delegasinya ikut walk out massal dari Ruang Sidang Majelis Umum PBB sesaat sebelum Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berpidato pada Kamis sore waktu New York, Amerika Serikat. Dari 77 negara itu, salah satunya adalah Indonesia. Rekaman video memperlihatkan sebagian besar delegasi meninggalkan ruangan sebelum Netanyahu mulai berpidato, sementara PM Israel yang jadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Gaza itu tampak jelas merasa tidak nyaman karena hanya sedikit orang yang tersisa di ruangan. Dia kemudian menyebut mereka yang walk out sebagai "pengecut moral".
Sebelum pidato Netanyahu dimulai, massa dalam jumlah besar menggelar demonstrasi di sekitar Markas Besar PBB dan sejumlah lokasi lain di New York. Mereka memprotes kehadiran Netanyahu dan menuduhnya melakukan genosida di Gaza.
Aksi tersebut diikuti kelompok Yahudi Ortodoks anti-Zionis yang membawa poster dan menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang, serta kelompok oposisi Yahudi Amerika dan Israel bersama organisasi Barat dan Palestina yang menentang perang di Gaza yang mereka sebut sebagai genosida.










