Simposium dan Apresiasi IJTI 2026, Anugerahkan Penghargaan bagi 5 Tokoh Inspiratif
Empat pabrik pengolahan teh milik PalmCo bagian dari Holding Perkebunan PTPN III (Persero) berhasil menghadapi fenomena El Nino. Keempat pabrik itu adalah Kebun Tobasari, Kebun Bah Butong Simalungun, Sumatera Utara, Kebun Kayu Aro Kerinci, Jambi, dan Kebun Danau Kembar, Solok, Sumatera Barat.
Keberhasilan empat pabrik teh terlihat dari penghargaan yang diterima pada ajang The 4th National Tea Competition (NTC) 2026. Untuk pengolahan teh hitam Orthodox, Pabrik Tobasari sukses menempatkan produk unggulannya sebagai Juara 1 pada kategori Broken Pekoe (BP), Juara 2 kategori Pekoe Fannings (PF), serta Juara 3 untuk kategori Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF) dan DUST.
Sementara itu, Pabrik Bah Butong meraih Juara 2 untuk kategori BP, BOP, dan BOPF, serta Juara 3 untuk kategori PF. Tak ketinggalan, Pabrik Danau Kembar juga mencatatkan namanya sebagai Juara 3 pada kategori BP. Pada sistem pengolahan teh hitam Crushing, Tearing, and Curling (CTC), Pabrik Kayu Aro menjuarai kategori Fanning (Juara 1), diikuti raihan Juara 2 untuk kategori PD dan BP1, serta Juara 3 pada kategori PF 1 dan D1.
Baca juga: El Nino Bikin Kemarau 2026 Lebih Panjang, Puncaknya hingga September
“Capaian di NTC 2026 ini bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, melainkan wujud dari konsistensi kami untuk terus memproduksi teh berkualitas grade satu,” ujar Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, Kamis (24/9/2026).Direktur Operasional PTPN IV PalmCo Rediman Silalahi, menjelaskan pencapaian ini diraih di tengah kondisi makro dan iklim yang cukup menantang bagi para produsen teh. Produsen teh di Indonesia tengah berhadapan dengan masalah fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca berupa kemarau panjang atau El Nino.
Lihat video: IKLIM EKSTREM! Menko Polkam Ungkap El Nino di Indonesia Baru Capai Puncak Bahaya
“Faktor iklim ini sangat krusial karena secara langsung berdampak pada penurunan total kapasitas produksi teh secara nasional,” jelasnya.Namun demikian, Rediman menegaskan kondisi tersebut justru menjadi pemacu bagi PTPN IV PalmCo untuk lebih adaptif. Pihaknya berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi agronomi demi mempertahankan tingkat produksi dan tidak mengorbankan kualitas daun teh yang dihasilkan.
“Di tengah tantangan El Nino, pabrik-pabrik kami membuktikan bahwa intervensi agronomi dan perbaikan tata kelola yang kami lakukan berada di jalur yang tepat,” ucapnya.









