Tidur Siang Ternyata Bikin Kemampuan Otak Pulih, Ini Penjelasan Dokter

Tidur Siang Ternyata Bikin Kemampuan Otak Pulih, Ini Penjelasan Dokter

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 24 September 2026 - 16:00
share

Di tengah padatnya rutinitas pekerjaan dan tumpukan tugas harian, tubuh sering kali merasa lelah dan fokus mulai menurun di siang hari. Alih-alih memaksakan diri terus bekerja, meluangkan sedikit waktu untuk istirahat sejenak ternyata menjadi kunci penting agar fungsi otak kembali optimal.

Dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Adam Prabata membagikan penjelasan ilmiah mengenai manfaat tidur siang bagi pemulihan otak melalui unggahan di akun Threads pribadinya. Menurutnya, istirahat singkat di pertengahan hari memiliki dampak langsung terhadap performa saraf otak.

Baca juga: Jalan 3.000 Langkah Sehari Ternyata Bisa Kurangi Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung

“Coba deh sempatkan tidur siang hari ini di sela kesibukan, karena ternyata bisa membuat kemampuan otak kita pulih,” ujar dr. Adam Prabata, dikutip Kamis (24/9/2026).

Penjelasan tersebut didasarkan pada temuan ilmiah bertajuk A nap can recalibrate homeostatic and associative synaptic plasticity in the human cortex. Penelitian tersebut mengamati perubahan kondisi neurologis pada kelompok orang yang menyempatkan tidur siang selama kurang lebih satu jam dibandingkan dengan mereka yang terus beraktivitas tanpa istirahat.

Hasil pengamatan pada jaringan otak menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan setelah seseorang mendapatkan istirahat yang cukup di siang hari. Dr. Adam menjelaskan bahwa proses ini membantu sel-sel saraf kembali terhubung dan siap bekerja secara efektif.

Baca juga: Diet atau Kardio, Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Lemak?

“Jadi ada penelitian yang membandingkan antara orang yang sengaja tidur siang selama sekitar 1 jam, dibandingkan dengan yang tidak tidur siang. Nah yang dilihat adalah kondisi di otaknya dan ternyata menarik loh. Ternyata setelah tidur siang, kapasitas sel saraf untuk berinteraksi dan membuat 'sambungan' baru dengan sel saraf lainnya juga meningkat. Artinya, otak lebih siap untuk bekerja dan menyimpan informasi baru,” tutur dia.

Meski tidur siang terbukti ampuh menyegarkan kembali kapasitas otak dalam menyerap informasi baru, dr. Adam mengingatkan agar masyarakat tidak salah kaprah. Tidur siang berfungsi sebagai sarana pemulihan energi di sela aktivitas harian, bukan sebagai alat untuk menggantikan kekurangan waktu tidur di malam hari.

“Tapi ingat, efek ini berlaku untuk pemulihan pada orang yang yang sempat tidur siang di sela-sela pekerjaannya. Ini bukan pengganti untuk tidur malam yang sedikit ya,” pungkas dr. Adam.

Menjaga keseimbangan antara pola tidur malam yang cukup dan meluangkan waktu istirahat sejenak di siang hari menjadi kombinasi tepat untuk menjaga produktivitas serta kesehatan otak jangka panjang.

Topik Menarik