Sengketa Ijazah Gibran, Denny Indrayana Minta MK Panggil 2 Kementerian
Seorang penasihat militer senior bagi Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, memperingatkan bahwa pasukan asing mana pun yang mencoba mendarat di wilayah Iran sebagai bagian dari potensi invasi "akan dihancurkan," seraya menyoroti besarnya jumlah personel terlatih yang dimiliki negara tersebut yang mampu mempertahankan bangsa melalui perang asimetris.
Pasukan Asing yang Mendarat di Iran Pasti Akan Dihancurkan, Ini 4 Strateginya
1. Mengandalkan Pertahanan Udara
"Di sektor rudal, pertahanan udara, dan pertahanan wilayah, kami telah mencapai tingkat di mana—jika sampai terjadi—mereka berniat mendarat di mana pun di Iran, mereka pasti akan dihancurkan," kata Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, dilansir Press TV.Safavi, mantan komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), juga memuji "kemajuan signifikan" Iran dalam bidang kemampuan rudal, pesawat nirawak (drone), dan pertahanan udara, sembari menyoroti pemantauan menyeluruh terhadap aktivitas militer asing di kawasan tersebut.
Pramono Ajak Anies Nonton Persija di JIS
"Di ranah maritim, baik di langit Teluk Persia maupun di Samudra Hindia, kami mendeteksi kapal-kapal angkatan laut AS yang saat ini berada di kawasan tersebut menggunakan sistem radar kami... dan menentukan lokasi keberadaan mereka," katanya.
2. Mengandalkan 10 Juta Personel Basij
"Kami memiliki setidaknya 10 juta personel Basij terlatih, yang dapat mempertahankan seluruh wilayah negara melalui pendekatan yang tersebar (model mosaik) dan perang asimetris," ujarnya."Rakyat adalah pilar utama kekuatan dan keamanan nasional Republik Islam."
3. Menyiapkan Pertarungan Tekad
Ia mengatakan Iran mampu melancarkan operasi pertahanan maupun pembalasan, seraya menggambarkan ketangguhan Iran dalam menghadapi segala bentuk peperangan sebagai bukti ketahanan masyarakat yang efektif dan tekad strategis yang kuat."Yang terpenting adalah apakah ketahanan sosial di Amerika Serikat lebih besar daripada di Iran. Ketahanan Iran jelas lebih besar. Perang adalah pertarungan tekad," ujar Safavi. “Iran mengetahui tujuan-tujuannya dan ingin mempertahankan diri, kepentingan nasional, serta martabatnya.”
Penasihat tersebut juga menyinggung soal Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa pembukaan kembali selat itu antara lain bergantung pada pencabutan blokade angkatan laut ilegal oleh Amerika Serikat.
“Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali melalui tekanan militer AS. Iran dan Oman-lah yang dapat menetapkan mekanisme untuk hal ini. Kami menjalin komunikasi dengan pihak Oman, meskipun laporan publik menunjukkan bahwa Amerika Serikat berupaya menghalangi hal tersebut,” ujarnya.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada kesediaan [AS] untuk menerima syarat-syarat Iran.”
4. Bentuk Kerangka Kerja Keamanan Selat Hormuz
Safavi menyatakan bahwa tujuan Iran yang lebih luas adalah membentuk kerangka kerja keamanan Teluk Persia bersama negara-negara kawasan tanpa campur tangan Amerika Serikat.“Tujuan kami adalah melenyapkan ancaman terhadap rakyat Iran secara permanen dan, bersama negara-negara kawasan, mewujudkan keamanan yang langgeng serta pembangunan berkelanjutan di Teluk Persia tanpa kehadiran Amerika Serikat,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk melakukan ekspansi wilayah ataupun perubahan rezim di negara-negara Arab, serta mengusulkan pengaturan keamanan kawasan bersama yang juga dapat mencegah tindakan agresi oleh rezim Israel terhadap negara-negara di kawasan tersebut.










