Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya
Polisi mengimbau masyarakat menghindari sejumlah kawasan di Jakarta yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas akibat demonstrasi atau unjuk rasa pada Kamis (24/9/2026). Sejumlah titik yang perlu diantisipasi yakni kawasan Monas, Gedung DPR/MPR RI, serta Jalan Sudirman-Thamrin.
Imbauan tersebut disampaikan melalui akun TMC Polda Metro Jaya. Polisi menyebut aksi unjuk rasa akan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
"Kamis, 24 September 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, masyarakat yang akan melintas di kawasan Jl. Sudirman-Thamrin, Monas, serta sekitar Gedung DPR/MPR RI diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas," tulis akun TMC Polda Metro Jaya, dilihat Kamis (24/9/2026).
Polisi juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan selama aksi berlangsung. Masyarakat diminta memilih jalur alternatif dan menyesuaikan waktu perjalanan.
Baca Juga: Polda Metro Ungkap Pelaku Kerusuhan Demo 27 Agustus Dibayar Rp40-70 Ribu Per Orang"Untuk menghindari kepadatan, masyarakat dapat memilih rute alternatif dan menyesuaikan waktu perjalanan. Arus lalu lintas di kawasan tersebut akan diatur secara situasional sesuai kondisi di lapangan dan arahan petugas," tulis TMC Polda Metro Jaya.
Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menggelar Tactical Floor Game (TFG) untuk menyamakan persepsi seluruh unsur serta memastikan pelayanan, komunikasi, pengaturan lalu lintas, dan pengamanan di lapangan berjalan terarah menyesuaikan perkembangan situasi.
"TFG ini harus bisa menyamakan persepsi dan mematangkan seluruh rencana pengamanan, mulai dari plotting personel, pengawalan massa, pengaturan lalu lintas, cara bertindak, komunikasi, sampai kendali operasi yang terarah," kata Asep dalam keterangannya.
Polda Metro Jaya juga memperkuat komunikasi dengan koordinator lapangan dan terus memperbarui perkembangan kegiatan. Koordinasi tersebut menjadi bagian penting agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib, sementara personel di lapangan tetap mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan terukur.
Prabowo Instruksikan Penanganan Karhutla Riau Masuk ke Hotspot: Jangan Tunggu Jadi Titik Api
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, sekaligus memastikan hak warga lainnya untuk beraktivitas tetap terjaga.
"Kami menghormati ruang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Pada saat yang sama, kami juga ingin memastikan masyarakat yang bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," pungkasnya.









