Houthi Tembak Jatuh Drone Wing Loong 2 Milik Saudi Senilai Rp35 Miliar

Houthi Tembak Jatuh Drone Wing Loong 2 Milik Saudi Senilai Rp35 Miliar

Global | sindonews | Rabu, 23 September 2026 - 15:25
share

Pasukan pemberontak Houthi menembak jatuh sebuah drone Wing Loong 2 milik Saudi saat pesawat itu sedang menjalankan misi permusuhan di atas Mokha, di pesisir barat. Harga drone tersebut diperkirakan menjadi USD2 juta atau setara Rp35 miliar.

Juru bicara angkatan bersenjata Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan pada Rabu dini hari bahwa UAV milik pihak musuh (Saudi) tersebut berhasil dijatuhkan menggunakan persenjataan yang tepat.

Media-media Arab juga melaporkan adanya ledakan hebat di Riyadh pada Rabu dini hari, yang dikaitkan dengan serangan rudal dan drone dari Yaman. Mereka menyebutkan bahwa aktivitas di Bandara Internasional Riyadh juga sempat dihentikan.

Perkembangan terbaru ini terjadi setelah Arab Saudi meningkatkan eskalasi agresi militernya secara tajam terhadap Yaman dalam upaya untuk memulihkan rezim boneka di Sana’a.Pesawat tempur Saudi telah melancarkan ratusan serangan di seluruh wilayah Yaman; menurut Saree, tercatat ada 760 serangan udara Saudi hingga tanggal 20 September.

Angkatan bersenjata Houthi merespons dengan serangan balik di sepanjang pesisir Laut Merah, serta berhasil memukul mundur milisi yang didukung Saudi dari sejumlah posisi strategis.

Pada 10 September, angkatan bersenjata Yaman merebut kota pelabuhan strategis Mokha, memaksa pasukan sekutu Saudi mundur ke arah selatan menuju Dhubab sekaligus membuka jalan untuk pergerakan lebih lanjut ke arah Bab el-Mandeb.

Keesokan harinya, Houthi mengusir milisi dari enam distrik di Ta'iz dan Hudaydah serta mengambil alih kendali atas wilayah seluas sekitar 5.400 kilometer persegi.

Selanjutnya, Houthi bergerak memasuki kawasan Bab el-Mandeb dan menguasai pulau-pulau strategis, termasuk Pulau Mayyun—yang juga dikenal sebagai Perim—yang terletak di tengah jalur pelayaran sempit penghubung Laut Merah dengan Teluk Aden. 'Memalukan': Inggris akan menyediakan dukungan pengisian bahan bakar bagi pesawat tempur Saudi di tengah perang YamanArab Saudi meminta Inggris untuk melancarkan serangan militer terhadap pasukan Yaman setelah Washington menolak seruan Riyadh agar AS melakukan tindakan langsung.

Kemajuan tersebut telah memperkuat posisi Yaman secara signifikan di sekitar Bab el-Mandeb, salah satu titik sempit maritim paling strategis di dunia.

Konfrontasi terbaru ini terjadi setelah lebih dari satu dekade perang dan blokade yang dipimpin Saudi terhadap Yaman—yang dimulai pada tahun 2015 ketika Riyadh melakukan intervensi militer untuk memulihkan rezim lama, sementara AS dan negara-negara Barat lainnya memberikan berbagai bentuk dukungan politik, militer, dan logistik.

Yaman menyebut kampanye militer terbarunya sebagai tanggapan atas agresi dan blokade Saudi yang terus berlanjut, sekaligus memandang kemajuan pasukan di sepanjang pantai Laut Merah—serta tekanan yang ditimbulkannya terhadap pelayaran Saudi—sebagai bagian dari strategi "pengepungan dibalas pengepungan" yang lebih luas.

Topik Menarik