Kemenag Perkuat Perlindungan Anak, Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Instrumen Tekan Bullying

Kemenag Perkuat Perlindungan Anak, Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Instrumen Tekan Bullying

Nasional | sindonews | Senin, 21 September 2026 - 17:14
share

Perlindungan anak menjadi salah satu fokus penguatan pendidikan keagamaan di Indonesia. Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Save the Children Indonesia untuk memperkuat pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga aman, inklusif, dan bebas dari praktik diskriminasi maupun bullying.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenag dan Save the Children Indonesia.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, kerja sama ini dibangun di atas kesamaan visi dalam memastikan anak-anak Indonesia memperoleh hak pendidikan sekaligus perlindungan yang memadai.

Baca juga: 4 Negara dengan Kasus Bullying Tertinggi

“Kita sama-sama tahu bahwa Kementerian Agama dan Save the Children memiliki visi yang sama, program yang sama, terkait dengan bagaimana anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan mendapatkan pendidikan yang baik dan aman, mendapatkan perlindungan, serta terbebas dari praktik-praktik yang tidak produktif seperti bullying dan lain-lain,” ujar Kamaruddin di Jakarta, Senin (21/9/2026).Menurut dia, sinergi dengan Save the Children memiliki relevansi kuat dengan sejumlah program prioritas Kemenag, termasuk kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi. Kolaborasi tersebut bukan untuk membuat kurikulum baru, Kemenag tetap menggunakan kurikulum yang telah ada. Sementara, Save the Children akan bersinergi dalam penguatan implementasinya di lapangan.

Kamaruddin mengungkapkan implementasi kurikulum berbasis cinta saat ini mulai dievaluasi secara komprehensif. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan gagasan yang dibangun melalui kurikulum benar-benar memberikan dampak dalam keseharian peserta didik.

Hasil sementara menunjukkan adanya dampak positif. Salah satunya terlihat dari tumbuhnya sikap saling menghargai dan menghormati antarpeserta didik.

“Evaluasi sementara, alhamdulillah, banyak dampak yang dirasakan. Secara umum sangat baik, terutama misalnya bagaimana anak-anak kita itu saling menghargai, saling menghormati satu sama lain,” ungkapnya.

Menurut Kamaruddin, praktik diskriminatif dan bullying juga menunjukkan kecenderungan berkurang dalam penerapan program tersebut. “Praktik-praktik diskriminatif, bullying, dan seterusnya berkurang,” ucapnya.Kemenag akan menyampaikan hasil evaluasi tersebut dalam laporan yang lebih utuh dan komprehensif. Dengan demikian, implementasi kurikulum berbasis cinta tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diukur berdasarkan praktik dan dampaknya di lingkungan pendidikan.

Dia juga menyoroti praktik baik yang telah dilakukan Save the Children di sejumlah wilayah, termasuk Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Praktik baik tersebut akan disinergikan dengan program Kemenag sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan keagamaan.

Bahkan, dia membuka peluang melihat secara langsung praktik baik tersebut di lapangan apabila terdapat kesempatan. Kerja sama Kemenag dan Save the Children juga diarahkan untuk memperluas cakupan program. Kamaruddin memastikan praktik baik yang telah berjalan tidak berhenti di lokasi percontohan, tetapi akan didorong untuk diperluas.

Peluang ekspansi program semakin terbuka dengan adanya penguatan struktur kelembagaan di Kemenag, termasuk kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren. “Alhamdulillah, kemarin baru dilantik juga Dirjennya. Pasti akan ada ekstensi program,” ucapnya.

Pendekatan yang akan digunakan adalah memperbesar dampak dari praktik baik yang sudah terbukti berjalan di suatu daerah.

Kamaruddin menilai kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan Indonesia, termasuk pada lembaga pendidikan keagamaan. Dia berharap Pendidikan tidak hanya berbicara mengenai capaian akademik, tetapi juga memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, saling menghargai, dan terlindungi dari kekerasan maupun diskriminasi.

Topik Menarik