Gempa Bumi M5,3 Guncang Ruteng NTT, Berpusat di Darat

Gempa Bumi M5,3 Guncang Ruteng NTT, Berpusat di Darat

Nasional | sindonews | Senin, 21 September 2026 - 09:36
share

Kepala Pertahanan Jerman Jenderal Carsten Breuer resmi terpilih sebagai Ketua Komite Militer NATO berikutnya. Dia akan mulai menjabat pada Juli 2027 untuk masa jabatan tiga tahun dan menjadi penasihat militer tertinggi aliansi tersebut.

Breuer, yang merupakan pejabat militer tertinggi Jerman, dipilih pada Sabtu sebagai Ketua Komite Militer NATO—otoritas militer tertinggi aliansi sekaligus salah satu badan penasihat utama bagi kepemimpinan politik NATO.

Baca Juga: Ukraina Ngamuk, Lebih dari 1.600 Drone Hujani Rusia saat Pemilu

Para kepala staf militer dari 32 negara anggota NATO memilih Breuer dalam pertemuan di Kopenhagen, Denmark. Pengumuman tersebut disampaikan Ketua Komite Militer NATO saat ini, Laksamana Italia Giuseppe Cavo Dragone, melalui unggahan di X.

Breuer akan mulai menjalankan tugasnya pada Juli 2027, menggantikan Dragone untuk masa jabatan tiga tahun. Masa jabatan tersebut bertepatan dengan upaya strategis NATO untuk memperkuat daya tangkal terhadap potensi agresi Rusia hingga 2029.

Bersama Supreme Allied Commander Europe (SACEUR), Ketua Komite Militer merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di NATO. Dalam posisi tersebut, Breuer akan menjadi penasihat militer utama bagi Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sekaligus menjadi penghubung utama yang menyampaikan rekomendasi para kepala staf militer negara-negara anggota kepada para pengambil keputusan politik senior.Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius memuji penunjukan tersebut. Dia mengatakan Breuer telah menunjukkan kemampuan strategis yang luar biasa dan memainkan peran penting dalam restrukturisasi Bundeswehr, angkatan bersenjata Jerman.

“Sekarang dia akan membawa seluruh kekuatan dan pengalamannya ke NATO, yang menghadapi tantangan besar dan bersejarah,” kata Pistorius, seperti dikutip dari Euronews, Senin (21/9/2026).

Menurut laporan media Jerman, Pistorius menyoroti meningkatnya ancaman dari Rusia ketika negara-negara Eropa mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam membangun daya tangkal konvensional, sementara Amerika Serikat (AS) memperluas fokus strategisnya ke kawasan lain.

Jenderal Breuer Sebut Rusia Ancaman Sangat Dekat

Jenderal Breuer, sebagai perwira militer tertinggi Jerman, telah menjabat sebagai Inspektur Jenderal Bundeswehr sejak Maret 2023. Sebelumnya, dia memimpin Komando Teritorial Bundeswehr yang dia bentuk sendiri. Namanya juga dikenal luas di tingkat nasional setelah memimpin satuan tugas krisis Covid-19 di Kantor Kanselir Federal Jerman pada masa pemerintahan Kanselir Olaf Scholz.

Breuer merupakan perwira pertahanan udara Angkatan Darat Jerman yang bergabung dengan militer pada 1984. Dia telah menikah dan memiliki tiga anak. Hingga kini, belum ada nama yang ditunjuk untuk menggantikannya sebagai Inspektur Jenderal Bundeswehr.Sebagai Kepala Pertahanan Jerman, Breuer menjadi salah satu suara militer Eropa yang paling sering memperingatkan mengenai pembangunan kekuatan Rusia.

Dalam wawancara dengan Bundeswehr pada April 2026, Breuer mengatakan Rusia tetap merupakan ancaman utama bagi Jerman dan kawasan Euro-Atlantik. Menurutnya, Rusia sedang memperkuat militernya dengan kecepatan yang belum pernah dia lihat selama karier militernya.

Breuer mengatakan struktur militer baru Rusia menunjukkan orientasi ke arah Barat. Berdasarkan penilaian Bundeswehr, Rusia dapat memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan besar terhadap wilayah NATO mulai 2029.

Peringatan tersebut bukan sekadar prediksi mengenai kapan perang akan terjadi. Breuer menggunakan 2029 sebagai tenggat kesiapan bagi Jerman dan NATO untuk memastikan Rusia tidak melihat peluang bahwa serangan terhadap aliansi dapat berhasil.

Sebulan kemudian, pada Mei 2026, Breuer kembali menyampaikan peringatan yang lebih tegas. “Ancaman itu nyata dan sangat dekat,” kata Breuer ketika berbicara mengenai kekuatan militer Rusia.Dia mengatakan Rusia sedang mempersiapkan kemampuan untuk melancarkan perang skala besar melawan Barat. Menurut Breuer, analis mengamati pembentukan garnisun, barak dan pangkalan militer baru yang berorientasi ke arah Barat.

Breuer juga mengatakan Rusia memproduksi lebih dari 1.000 tank tempur utama per tahun. Menurut penilaiannya, sebagian besar tank tersebut tidak dikirim ke garis depan di Ukraina, tetapi dipindahkan ke depot.

“Secara strategis, sebuah persenjataan selalu disertai dengan niat tertentu,” kata Breuer. Dia menilai ketika kemampuan militer dan indikasi niat tersebut dilihat secara bersamaan, muncul skenario ancaman yang realistis dan harus diantisipasi.

Topik Menarik