Fasilitas Asian Games 2026 Dikritik, Kontingen Korsel hingga Filipina Keluhkan Akomodasi
Penyelenggaraan Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, mendapat sorotan terkait fasilitas akomodasi bagi para peserta. Sejumlah kontingen, termasuk Korea Selatan dan Filipina, menyampaikan keluhan mengenai kondisi tempat tinggal yang disediakan panitia.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Asian Games 2026 tidak menggunakan satu kompleks khusus sebagai perkampungan atlet. Panitia memilih menempatkan peserta di sejumlah hotel, kapal pesiar, serta kabin kayu yang dibangun sebagai akomodasi sementara.
Salah satu kritik datang dari Wakil Presiden Asosiasi Bola Basket Korea (KBA), Jung Jae-yong. Ia menyoroti kondisi kabin yang digunakan tim basket putra Korea Selatan. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak ideal, terutama bagi atlet dengan postur tinggi.
“Berdasarkan pengalaman saya, ini adalah kondisi terburuk yang pernah terjadi,” kata Jung Jae-yong, dikutip dari Aljazeera.
Ia juga menyoroti ukuran tempat tidur yang dinilai terlalu pendek untuk sejumlah pemain. “Atlet yang tingginya lebih dari dua meter bahkan tidak bisa meregangkan kaki mereka di atas tempat tidur. Itu tidak masuk akal,” ujarnya.Keluhan serupa disampaikan pemain timnas basket Korea Selatan, Byeon Jun-hyeong. Melalui media sosial, ia memperlihatkan kondisi tempat tinggalnya yang mengalami masalah pada wastafel. Kebocoran membuat air menggenangi lantai kabin. “Tolong bantu kami,” tulis Byeon.
Jung mengatakan pihak Korea Selatan masih berkomunikasi dengan Komite Olahraga dan Olimpiade Korea (KSOC) untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Ia menyebut respons dari panitia penyelenggara terhadap keluhan delegasi Korea Selatan sejauh ini belum sesuai harapan.
“Pihak penyelenggara masih belum mengatakan apa pun. Kami sangat prihatin dan sedang berdiskusi panjang lebar dengan Komite Olahraga dan Olimpiade Korea tentang apa yang harus dilakukan mengenai hal ini,” tutur Jung.
Masalah akomodasi juga dialami kontingen Filipina. Presiden Komite Olimpiade Filipina, Abraham Tolentino, mengatakan kebutuhan kamar bagi para atlet telah terpenuhi. Namun, sejumlah ofisial, termasuk pelatih, harus ditempatkan di hotel dan Airbnb yang berbeda karena keterbatasan kapasitas.
“Beberapa pejabat, seperti pelatih, dipindahkan ke hotel dan Airbnb yang berbeda,” kata Abraham.
Untuk memenuhi kebutuhan akomodasi peserta dalam jumlah besar, panitia Asian Games 2026 juga menggunakan kapal pesiar. Kapal asal Italia, Costa Serena, dijadwalkan tiba di Nagoya pada Selasa (15/9/2026) dan diperkirakan dapat menampung sekitar 4.000 hingga 5.000 atlet. Peserta lainnya ditempatkan di berbagai hotel yang tersebar di sejumlah wilayah.









