The Fed Nekat Naikkan Suku Bunga AS, Donald Trump Murka

The Fed Nekat Naikkan Suku Bunga AS, Donald Trump Murka

Ekonomi | sindonews | Kamis, 17 September 2026 - 07:24
share

Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) atau The Fed secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Langkah berani ini diambil untuk meredam lonjakan inflasi yang terus mencekik warga AS, meskipun memicu kemarahan mendalam dari Presiden Donald Trump yang terang-terangan menuntut penurunan suku bunga.

The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00 (dari sebelumnya 3,50–3,75). Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara bulat demi menjaga stabilitas ekonomi.

Langkah tegas ini diambil di tengah desakan ekonomi yang makin mengkhawatirkan. Menurut Warsh, tingkat inflasi AS telah berada di atas target ideal 2 selama lebih dari lima tahun berturut-turut.

Baca Juga: Rupiah Jatuh ke Rp17.696 per USD, Suku Bunga The Fed dan Reshuffle Menkeu Jadi SentimenLonjakan harga energi dan bahan bakar akibat krisis geopolitik pasca-konflik AS-Israel dengan Iran telah menjalar cepat ke barang dan jasa kebutuhan pokok. "Inflasi sudah terlalu tinggi dan bertahan terlalu lama. Ini adalah keputusan yang bijak, dingin, dan bertanggung jawab," tegas Kevin Warsh dalam konferensi pers usai rapat kebijakan.

Warsh menambahkan bahwa pasar tenaga kerja dan perekonomian yang relatif solid memberi ruang bagi The Fed untuk tetap fokus pada penanganan stabilitas harga, yang dinilainya akan sangat menguntungkan masyarakat berpenghasilan rendah.

Kemarahan Donald Trump: Suku Bunga Harusnya 1!

Kebijakan The Fed langsung menuai penolakan keras dari Gedung Putih. Presiden Donald Trump menyampaikan kritik pedas secara terbuka dan menuduh langkah The Fed merugikan pertumbuhan ekonomi. Baca Juga: Trump Kembali Tekan The Fed, Sejauh Mana Presiden AS Bisa Intervensi Bank Sentral?

"Suku bunga kita seharusnya berada di level 1, atau bahkan kurang dari itu! Karena kita adalah pemilik kredit terbaik di dunia-Jauh Melampaui Siapapun," cetus Trump merespons keputusan tersebut.

Kebijakan menaikkan suku bunga bak pisau bermata dua. Di satu sisi, langkah ini bertujuan memperlambat laju kenaikan harga barang. Namun di sisi lain, konsekuensi finansial langsung terasa oleh pelaku usaha dan konsumen.

Meningkatnya biaya pinjaman berpotensi menahan ekspansi bisnis dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global, termasuk memicu gejolak arus modal di negara-negara berkembang (emerging markets).

Topik Menarik