Impor Udang Rugikan Petambak, Pemerintah Diminta Perkuat Industri Lokal

Impor Udang Rugikan Petambak, Pemerintah Diminta Perkuat Industri Lokal

Ekonomi | sindonews | Rabu, 16 September 2026 - 11:39
share

Pemerintah diminta memperkuat penyerapan produksi lokal serta meningkatkan daya saing industri udang di tengah masuknya udang vaname asal Ekuador ke Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tambak, industri pengolahan, dan kontribusi udang sebagai salah satu komoditas ekspor utama perikanan Indonesia.

"Jangan sampai udang dari negara lain masuk ke Indonesia dan menimbulkan penyakit yang dapat mengganggu stabilitas harga pasar," ujar Praktisi Udang Nasional Hasanuddin Atjo seperti dikutip pada Rabu (16/9/2026).

Baca Juga:Momen Prabowo Ikut Tarik Jaring Bersama Nelayan Tambak Saat Panen Raya Udang di Kebumen

Kekhawatiran tersebut muncul setelah 120 ton udang vaname asal Ekuador tercatat masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Juni 2026. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan udang tersebut digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan melalui fasilitas Kawasan Berikat dan tidak ditujukan untuk pasar konsumsi domestik.

Atjo mengatakan harga pokok produksi udang dari Ekuador dan India diperkirakan lebih rendah sekitar USD1–1,5 per kilogram dibandingkan udang Indonesia. Perbedaan tersebut menjadi tantangan bagi petambak nasional yang masih menanggung biaya pakan, benur, listrik, bahan bakar minyak, tenaga kerja, dan logistik yang tinggi.

"Kesenjangan biaya produksi inilah yang perlu segera dibenahi jika Indonesia ingin mempertahankan posisi sebagai salah satu produsen dan eksportir udang dunia," ujarnya.Menurut Atjo, tekanan impor mulai dirasakan melalui penurunan penyerapan udang lokal. Sejumlah industri pengolahan di Jawa Timur disebut untuk sementara tidak membeli udang dari petambak karena kapasitas gudang penuh, sehingga keberlanjutan impor dikhawatirkan melemahkan posisi tawar petambak dan menekan harga di tingkat tambak.

Data yang dihimpun menunjukkan produksi udang Indonesia mencapai sekitar 953 ribu ton pada 2021 dan meningkat menjadi sekitar 1,09 juta ton pada 2022. Di sisi ekspor, udang juga menjadi salah satu komoditas andalan dengan nilai ekspor mencapai USD2,23 miliar pada periode yang dilaporkan KKP.

Baca Juga:Soal Peluang Pemanggilan Nusron Wahid, KPK: Tergantung Kebutuhan di Penyidikan

Atjo berharap pemerintah memperketat pengawasan impor, memastikan keamanan biologis setiap produk yang masuk, serta menekan biaya produksi di dalam negeri. Pemerintah juga diminta memastikan industri pengolahan tetap menyerap udang lokal agar komoditas tersebut dapat memperkuat ekonomi pesisir, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan penerimaan devisa Indonesia.

Topik Menarik