Mencari Pom Listrik di Bandung Kini Cukup dari Genggaman Tangan

Mencari Pom Listrik di Bandung Kini Cukup dari Genggaman Tangan

Ekonomi | sindonews | Selasa, 15 September 2026 - 14:19
share

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kini dapat ditemukan di sejumlah simpul aktivitas di Bandung, Jawa Barat. Di Jalan Surapati terdapat One Stop EV Charging Station. Di pusat kota, titik pengisian dapat ditemukan di sekitar Braga dan Asia Afrika. Fasilitas lain berada di berbagai koridor Bandung, termasuk Buahbatu, Kopo dan Ujungberung.

Pada 16 Desember 2025, jaringan itu bertambah dengan peresmian SPKLU Center PLN UP3 Bandung di Jalan Soekarno-Hatta No 436. Fasilitas tersebut menjadi SPKLU Center keenam yang dibangun PLN di Jawa Barat. Bandung menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan fasilitas tersebut karena karakter kota sebagai tujuan perjalanan, dan di sisi lain Cirebon dipandang penting sebagai simpul perjalanan lintas daerah. Baca juga: PLN Perluas Infrastruktur, Respons Lonjakan Konsumsi Listrik di SPKLU

SPKLU Center UP3 Bandung dirancang untuk melayani bukan hanya masyarakat umum, tetapi juga kebutuhan pengguna dengan mobilitas tinggi, antara lain armada ride-hailing, taksi, dan rental kendaraan. Perubahan itu menandai sesuatu yang lebih besar daripada sekadar bertambahnya mesin pengisi baterai.

SPKLU mulai mengikuti ruang-ruang public, tempat orang berinteraksi. Pengguna EV dapat mengisi kendaraan di dekat pusat aktivitas kota, di jalur antar kawasan, ataupun di rest area ketika melakukan perjalanan jarak jauh.

Namun, semakin banyak titik pengisian tidak serta-merta menghilangkan hal lain yang juga jadi persoalan pengguna kendaraan listrik. Mengetahui posisi SPKLU berada akan lebih terkonfirmasi bila mengetahui charger di SPKLU yang dituju dapat digunakan ketika kendaraannya tiba.Melalui fitur Electric Vehicle Digital Services atau EVDS di PLN Mobile, pengguna dapat mencari SPKLU, melihat jenis konektor yang tersedia, dan mengecek status charger—apakah sedang digunakan atau tidak. Proses pembayaran pengisian daya juga dapat dilakukan melalui ekosistem digital tersebut.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan penambahan layanan digital dilakukan karena kebutuhan pengguna ikut berubah seiring bertambahnya kendaraan listrik. Menurut dia, pelanggan membutuhkan kepastian ketika hendak mengisi daya, sehingga penambahan infrastruktur perlu berjalan bersama dengan layanan digital yang membantu pengguna membaca kondisi SPKLU. ”Antrean, dengan demikian, tak lagi hanya berupa mobil yang berbaris di depan charger, karena sebagiannya telah berpindah ke layar telepon,” katanya. Baca juga:Lonjakan Penjualan Kendaraan Listrik China Bikin Ekonomi Australia Goyang

Bagi Yuri, pengguna kendaraan listrik yang juga ditemui di SPKLU Surapati, bertambahnya tempat pengisian membawa perubahan yang terasa langsung. Ia melihat SPKLU semakin mudah ditemukan, bukan hanya di dalam kota, melainkan juga di jalur luar kota dan rest area. Keberadaan petugas ketika pengguna mengalami kesulitan turut memengaruhi rasa nyaman dalam perjalanan.

Cerita Yuri penting karena menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik bukan semata soal teknologi pada mobil. Keputusan seseorang menggunakan EV juga dipengaruhi oleh apa yang tersedia di luar kendaraan.

Topik Menarik