GSI Bawa Edukasi Panas Bumi ke Panggung Olahraga Nasional
Geothermal Soccer Indonesia (GSI) turut berpartisipasi dalam Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 yang digelar pada 11–13 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Kehadiran GSI menjadi salah satu hal menarik karena membawa isu energi hijau, khususnya panas bumi, ke dalam ajang yang identik dengan dunia olahraga.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Melalui booth edukasi, mini podcast, permainan interaktif, hingga kegiatan bersama sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia, GSI mempertemukan sektor energi dengan ekosistem olahraga nasional. GSI ingin menunjukkan bahwa edukasi mengenai panas bumi tidak harus selalu disampaikan melalui forum teknis.
Olahraga, khususnya sepak bola, dinilai dapat menjadi medium komunikasi yang lebih dekat, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat. "GSI ingin membawa edukasi panas bumi keluar dari ruang-ruang teknis dan mendekatkannya kepada masyarakat. Melalui sepak bola, pesan mengenai energi bersih, lingkungan, kesehatan, disiplin, dan masa depan generasi muda dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami," ujar Ketua Geothermal Soccer Indonesia, Carson Hakama.
Menurut GSI, pengembangan panas bumi tidak hanya membutuhkan investasi, teknologi, dan kepastian regulasi. Pemahaman, kepercayaan, serta keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting. Karena itu, informasi mengenai manfaat panas bumi perlu disampaikan dengan bahasa sederhana melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sepak bola dipilih karena memiliki daya jangkau luas, dapat dinikmati berbagai kelompok usia, sekaligus memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat. Pendekatan olahraga tersebut bukan untuk menggantikan sosialisasi teknis maupun dialog langsung dengan masyarakat. Sebaliknya, sepak bola diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka, partisipatif, dan berkelanjutan.Keikutsertaan GSI dalam ISS 2026 juga membawa semangat mendukung Visi Panas Bumi 30.1, yakni cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pemimpin atau produsen energi panas bumi nomor satu dunia pada 2030. Pencapaian target tersebut dinilai tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).
Hasil 16 Besar BWF World Championships 2026: Putri KW Terhenti Usai Takluk dari Line Christophersen
Dukungan publik, kesiapan sumber daya manusia, keterlibatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting. Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, P Hadi Wijaya mengatakan pencapaian Visi Panas Bumi 30.1 membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, badan usaha, dan masyarakat.
Menurut dia, pendekatan melalui olahraga merupakan inovasi komunikasi yang dapat memperluas jangkauan edukasi panas bumi. "Visi Panas Bumi 30.1 membutuhkan kerja bersama. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan fasilitasi, badan usaha menghadirkan investasi serta pengelolaan yang bertanggung jawab, sedangkan masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas dan ruang untuk berpartisipasi," ujarnya.
Ajak Badan Usaha hingga Komunitas Berkolaborasi
GSI juga mengajak badan usaha panas bumi, BUMN, perusahaan swasta, jasa penunjang, asosiasi, perguruan tinggi, media, komunitas olahraga, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk terlibat dalam gerakan edukasi panas bumi melalui olahraga. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari coaching clinic dan festival sepak bola bagi anak-anak di sekitar wilayah panas bumi, turnamen antarpemangku kepentingan, edukasi energi bersih melalui permainan interaktif, hingga pelibatan mantan pemain Timnas sebagai duta edukasi.Selain itu, kolaborasi dapat mencakup publikasi produk UMKM dan hasil pemanfaatan langsung panas bumi, pengembangan fasilitas olahraga dan ruang publik, kampanye lingkungan dan kesehatan, serta produksi konten digital mengenai panas bumi dengan bahasa yang sederhana. Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) ESDM Dadan Kusdiana menilai sepak bola dapat menjadi ruang positif untuk mempertemukan perusahaan panas bumi dengan masyarakat.
Deniz Undav Dua Kali Nyaris Meninggal karena Alergi Seafood, Striker Jerman Buka Kisah Mengerikan
"Pengembangan panas bumi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Sepak bola dapat menjadi ruang perjumpaan yang positif untuk memperkenalkan kegiatan perusahaan, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta mendukung pembinaan generasi muda di sekitar wilayah operasi," kata Dadan.
Mantan Pemain Timnas Dorong Pembinaan Talenta Daerah
Kolaborasi GSI juga mendapat dukungan dari sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia yang hadir dalam kegiatan tersebut. Timnas Legend Ilham JK menilai olahraga memiliki peran lebih luas dari sekadar pertandingan dan prestasi. Sepak bola dapat menjadi sarana pendidikan, penguatan karakter, kepedulian lingkungan, serta pembangunan sosial.Sementara itu, Syamsir Alam mendorong agar program panas bumi juga dapat berjalan beriringan dengan pembinaan pemain muda di daerah. "Sepak bola Indonesia dapat berkembang sejalan dengan upaya panas bumi. Melalui geothermal semoga ditemukan bibit pemain muda nasional baru yang berkarakter petarung layaknya panas bumi berkembang di Indonesia," ujar Syamsir.Dia juga mendorong pemerintah dan perusahaan untuk berkolaborasi menggelar coaching clinic bagi pemain muda di wilayah panas bumi. Hal senada disampaikan Timnas Legend Zulham Zamrun. Menurutnya, Maluku Utara memiliki banyak talenta sepak bola muda yang belum mendapat kesempatan untuk berkembang ke level nasional.
Hasil 16 Besar BWF World Championships 2026: Tampil Luar Biasa, Alwi Farhan Lanjut ke Perempatfinal
Ia berharap pengembangan panas bumi di wilayah seperti Ternate dan Tobelo juga dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur olahraga serta pembinaan talenta lokal. Zulham juga berharap mantan pemain Timnas Indonesia tetap dilibatkan dalam program pembinaan generasi muda.
Dari Energi Bumi Menuju Energi Prestasi
Melalui ISS 2026, GSI berharap terbentuk komitmen bersama antara Kementerian ESDM, Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemerintah daerah, asosiasi, badan usaha, PSSI, komunitas, media, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas edukasi panas bumi melalui olahraga.GSI meyakini pengembangan panas bumi dan pembinaan sepak bola memiliki semangat yang sama, yakni membutuhkan proses panjang, disiplin, kerja sama, konsistensi, dan keberanian untuk membangun masa depan.
Energi panas bumi diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, sementara sepak bola dapat berkontribusi terhadap kesehatan, karakter, persatuan, dan harapan generasi muda.
Dengan semangat “Dari Energi Bumi Menuju Energi Prestasi”, GSI mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan sepak bola sebagai ruang kolaborasi nasional untuk memperkenalkan manfaat panas bumi sekaligus mendukung terwujudnya Visi Panas Bumi 30.1.










