Bukan Cuma Paru-Paru, Ini Bahaya Merokok bagi Gigi dan Mulut
Merokok tak hanya berefek buruk bagi paru-paru atau jantung. Kebiasaan merokok juga bisa memengaruhi kesehatan gigi dan rongga mulut.Melalui unggahan di akun instagramnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan bahwa paparan asap rokok baik dari rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape) memiliki dampak signifikan yang langsung merusak rongga bagian dalam mulut.
Salah satu efek paling awal dari kebiasaan merokok adalah menurunnya produksi air liur (saliva). Padahal, air liur memegang peranan vital sebagai pembersih alami sekaligus pelindung alami jaringan gigi dan gusi.
Saat produksi air liur berkurang, kondisi mulut menjadi sangat kering. Kondisi mulut seperti bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dengan cepat. Dampaknya tidak main-main, mulai dari masalah bau mulut yang mengganggu percaya diri, penumpukan plak dan karang gigi, hingga memicu gigi berlubang.
Baca Juga : Saat Berhenti Merokok, Kenapa Asam Lambung Malah Sering Bermasalah?
Tak berhenti disitu, paparan rokok terus berlanjut dalam jangka panjang bisa menimbulkan risiko penyakit gusi berat (periodontitis) yang meningkat tajam. Kondisi ini secara perlahan merusak jaringan dan tulang penyangga gigi. Akibatnya, gigi bisa menjadi goyang dan berisiko tanggal lebih cepat.Zat karsinogenik yang terkandung dalam rokok juga memicu iritasi kronis dan perubahan struktur sel di rongga mulut. Kemungkinan lebih buruknya lagi, laparan zat berbahaya ini dapat memicu berkembangnya sel kanker rongga mulut.
Baca Juga : Arkeolog Temukan Dampak Buruk Merokok pada Tulang Berusia 800 Tahun
Maka dari itu, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa langkah paling efektif untuk menghentikan kerusakan ini adalah dengan berhenti merokok sepenuhnya, baik rokok batang maupun rokok elektrik.
Selain menghentikan kebiasaan tersebut, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter minimal enam bulan sekali. Pemeriksaan berkala ini penting agar setiap potensi perubahan jaringan atau masalah kesehatan mulut dapat terdeteksi dan ditangani sedini mungkin.










