2 Doa saat Gunung Meletus dan Terjadi Bencana, Lengkap Arab-Latin dan Artinya
Doa saat gunung meletus atau terjadi bencana alam dapat diamalkan umat Islam sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT. Ketika erupsi gunung terjadi, masyarakat yang berada di wilayah terdampak tentu menghadapi berbagai risiko, mulai dari abu vulkanik, awan panas, lava, longsoran material hingga gangguan kesehatan.
Dalam kondisi tersebut, selain mengikuti arahan petugas dan melakukan langkah-langkah keselamatan, umat Islam dapat memperbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Salah satu doa yang dikenal di kalangan masyarakat Muslim Indonesia adalah doa memohon agar Allah SWT mengangkat bala dan musibah. Doa ini disebutkan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi.
Berikut dua doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi bencana, termasuk saat terjadi erupsi gunung api.
1. Doa Memohon Perlindungan dari Bala
Berikut salah satu bacaan doa yang berisi permohonan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari bala dan kesusahan:اَللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ، يَا فَارِجَ الْهَمِّ، وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ، يَا مَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ، يَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اَللَّهُ، وَيَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحْمَنُ، وَيَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحِيمُAllahumma bi haqqi al-Fatihah wa sirri al-Fatihah, ya Farijal-hammi, wa ya Kasyifal-ghammi, ya man li 'ibadihi yaghfiru wa yarhamu, ya Dafi'al-bala'i ya Allah, wa ya Dafi'al-bala'i ya Rahman, wa ya Dafi'al-bala'i ya Rahim.
Baca juga:Beberapa Gunung Meletus Bersamaan, Apa Maknanya Menurut Islam?
Artinya: "Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah dan rahasia Al-Fatihah, wahai Dzat yang menghilangkan kesusahan, wahai Dzat yang melenyapkan kesedihan, wahai Dzat yang mengampuni dan menyayangi hamba-Nya. Wahai Dzat yang menolak bala, wahai Allah. Wahai Dzat yang menolak bala, wahai Yang Maha Pengasih. Wahai Dzat yang menolak bala, wahai Yang Maha Penyayang."
Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar kesusahan, kesedihan dan bala yang menimpa manusia diangkat oleh-Nya.Ketika terjadi bencana seperti erupsi gunung api, doa dapat menjadi bagian dari ikhtiar batin seorang Muslim. Namun, doa tetap perlu disertai ikhtiar lahiriah dengan mengikuti informasi resmi dan petunjuk keselamatan dari pihak berwenang.
2. Doa Berlindung dari Reruntuhan, Tenggelam dan Kebakaran
Selain doa memohon agar bala diangkat, terdapat doa yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW. Doa ini berisi permohonan perlindungan dari berbagai bentuk bahaya dan kematian.Berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً
Allahumma inni a'udzu bika minal-hadmi, wa a'udzu bika minat-taraddi, wa a'udzu bika minal-gharaqi wal-haraqi wal-harami, wa a'udzu bika an yatakhabbataniyasy-syaithanu 'indal-mauti, wa a'udzu bika an amuta fi sabilika mudbiran, wa a'udzu bika an amuta ladighan.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan, aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh, aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam, kebakaran dan kepikunan. Aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan ketika menghadapi kematian. Aku berlindung kepada-Mu dari kematian dalam keadaan berpaling dari jalan-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian karena sengatan."Doa tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud nomor 1552.
Lafaznya mencakup permohonan perlindungan dari sejumlah bahaya, antara lain reruntuhan (al-hadm), terjatuh (at-taraddi), tenggelam, kebakaran dan berbagai kondisi lainnya.
Doa dan Ikhtiar Menghadapi Bencana
Doa tersebut dapat diamalkan ketika seorang Muslim berada dalam situasi yang mengandung ancaman bahaya, termasuk ketika menghadapi bencana alam.Saat gunung api mengalami erupsi, misalnya, masyarakat dapat memperbanyak doa sembari tetap mengutamakan keselamatan. Mengikuti arahan evakuasi, menjauhi kawasan berbahaya dan memantau informasi resmi merupakan bagian penting dari ikhtiar.
Dalam Islam, tawakal kepada Allah SWT bukan berarti meninggalkan usaha. Seorang Muslim tetap diperintahkan untuk melakukan ikhtiar, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Dengan memperbanyak doa dan ikhtiar, seorang Muslim diharapkan senantiasa mendapatkan perlindungan Allah SWT dari berbagai bahaya dan musibah. Wallahu a'lam.
Baca juga:Pesan Surat An-Nur Ayat 14: Luasnya Rahmat Allah Mengalahkan Murka-Nya




