Kunjungi Korban Gempa NTT, Sekjen PKS: Rekonstruksi Mental Harus Jadi Prioritas

Kunjungi Korban Gempa NTT, Sekjen PKS: Rekonstruksi Mental Harus Jadi Prioritas

Nasional | sindonews | Sabtu, 5 September 2026 - 20:34
share

Warga terdampak bencana gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Manggarai Timur dikunjungi oleh Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid, Jumat (4/9/2026). Dia melihat langsung kondisi masyarakat yang masih menghadapi ketakutan akibat gempa yang terus terjadi.

Hingga kini, sebagian warga belum berani kembali tidur di dalam rumah dan memilih bertahan di tenda pada malam hari. Selain berdialog dan melihat kondisi warga, Kholid juga menyerahkan bantuan untuk meringankan kebutuhan masyarakat terdampak.

Baca juga: BMKG Catat 11.185 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores, 165 Dirasakan

Bantuan tersebut berupa sembako, susu anak, serta buku cerita bagi anak-anak. “Rekonstruksi fisik memang penting. Tetapi setelah itu, rekonstruksi mental juga harus menjadi prioritas. Trauma healing harus diperkuat,” ujar Kholid dalam keterangannya dikutip Sabtu (5/9/2026).

Dia mengatakan, dampak bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan bangunan, tetapi juga trauma mendalam bagi masyarakat, terutama anak-anak. “Kita melihat masyarakat masih belum berani tidur di dalam rumah. Setiap hari masih merasakan gempa. Malam hari mereka tidur di tenda, sekolah pun masih berlangsung di tenda. Artinya, rasa trauma itu masih sangat kuat,” katanya.

Kholid menilai pemulihan mental masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Pendampingan psikologis perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat perlahan dapat kembali merasa aman dan menjalani kehidupan secara normal.

Baca juga: Kemendikdasmen: 1.931 Sekolah di NTT Kembali Gelar Pembelajaran Pascagempa

“Jangan sampai kita hanya membangun kembali rumah dan fasilitas umum, tetapi lupa membangun kembali rasa aman masyarakat. Karena itu, trauma healing harus menjadi bagian penting dari rekonstruksi NTT,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap anak-anak yang harus belajar dalam kondisi darurat. “Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman, bermain, belajar, dan tumbuh tanpa terus dibayangi ketakutan akibat gempa,” tandasnya.

Topik Menarik