Kabupaten Serdang Bedagai Jadi Pilot Project Penanaman Kedelai
PTPN Group menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Melalui sub holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, belum lama ini, menggelar pilot project penanaman kedelai serentak di 20 titik berbagai wilayah kerja.
Secara keseluruhan, proyek percontohan ini menyasar luas awal 1.000 hektare. Penanaman perdana dipusatkan di Kebun Adolina Regional 2, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Baca juga: Kebijakan Swasembada Kedelai
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, pelaksanaan pilot project kedelai PalmCo adalah tindak lanjut atas penugasan pemerintah dalam mendukung asta cita serta penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas kedelai.
“Ini merupakan tindak lanjut kita atas arahan Bapak Presiden melalui Bapak Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi nasional dan menekan impor kedelai,” ujar Jatmiko dikutip Selasa (1/9/2026).Di tahap pertama, perusahaan menargetkan luasan 1.000 hektare sebagai areal percontohan yang seluruhnya berada di kawasan replanting sawit milik perusahaan. Areal peremajaan atau konversi sawit akan dioptimalkan.
“Sehingga kurang lebih selama 6 bulan sebelum sawit kembali ditanam kita akan menanam kedelai terlebih dahulu,” katanya.
Inisiatif ini dipandang penting karena dalam 5 tahun terakhir Indonesia rata-rata defisit kedelai mencapai 2,5 juta ton per tahun atau setara dengan 97 impor. Menurut Jatmiko, keberhasilan proyek menjadi sangat berarti agar pengembangan komoditas kedelai dapat terus diperluas ke depannya.
Perwakilan Direktur Jenderal Pangan Kementerian Pertanian Arief Muliawan mengapresiasi penanaman kedelai yang dilakukan perusahaan. Langkah ini patut dicontoh pihak lain.
“Kami apresiasi PTPN yang terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan berbagai program swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) Rizal H Damanik menekankan sinergi antara PTPN Group, Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah, serta mitra strategis akan berpengaruh pada percepatan sekaligus keberhasilan program.
“Jika ingin skalanya lebih besar dan persentase keberhasilannya tinggi, kerja sama banyak pihak pasti akan sangat dibutuhkan, termasuk kepastian serapan dari offtaker,” kata Rizal.









