Ini Alasan Ruben Onsu Tetap Jual Aset Meski Utang Rp3,5 Miliar Sudah Lunas
Presenter Ruben Onsu tetap berniat menjual beberapa aset miliknya meski utang senilai Rp3,5 miliar rupiah dalam dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sudah lunas per hari ini, Senin (31/8/2026).
Pelunasan tersebut dilakukan oleh pengusaha sekaligis sahabat dekat Ruben, Jhon LBF melalui transfer ke rekening pihak pelapor pagi tadi.Seiring pelunasan tersebut kedua pihak pun sepakat untuk berdamai dan menghentikan laporan di Polres Metro Jakarta Selatan.
"Hari ini terjadi islah perdamaian yang memang dari awal itu yang kami harapkan. Hari ini saya bersama pelapor juga akan mendatangi Polres Jakarta Selatan untuk mencabut laporan polisi yang sudah kita buat agar tidak lagi menjadi bola liar," kata Ahmad Ramzy selaku kuasa hukum pelapor di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan hari ini.
Baca Juga : Bantu Lunasi Utang Ruben Onsu Rp3,5 Miliar, Jhon LBF: Lebih Hati-hati Lagi!
Meski utangnya telah lunas, Ruben mengaku tetap akan melanjutkan rencananya untuk menjual aset-aset pribadi. Proses penjualan aset tersebut sebenarnya sudah berjalan sebelum perdamaian ini tercapai. Adapun alasannya, ayah tiga anak ini merasa masih ada beberapa keperluan mendesak lainnya yang mengharuskan dirinya tetap melepas aset dalam waktu dekat.
"Cuma kan dalam proses sekarang ini saya juga sedang mau menjual aset, menjual ini itu gitu kan tapi memang ada beberapa keperluan yang memang harus segera diselesaikan," ujar Ruben Onsu dalam kesempatan yang sama.
Baca Juga : Ruben Onsu dan Pihak DM Resmi Berdamai, Laporan Penipuan Siap Dicabut
Mantan suami Sarwendah ini tak menampik bahwa kondisi ekonomi saat ini membuatnya kesulitan untuk menjual aset dalam waktu singkat.
Hal itulah yang sempat menghambat penyelesaian kewajibannya kepada pihak pelapor hingga akhirnya Jhon LBF bersedia memberikan bantuan dana talangan.
"Seandainya memang aset yang saya jual itu bisa segera terealisasi harusnya tidak seperti ini gitu kan tapi kan itu di era yang sekarang ini kan susah gitu makanya susah untuk kita menjual dengan waktu cepat," imbuh Ruben.










