Cara Mudah Cek Desil DTSEN Online, Hanya Perlu NIK KTP

Cara Mudah Cek Desil DTSEN Online, Hanya Perlu NIK KTP

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:27
share

Penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belakangan menjadi sorotan, lantaran banyak masyarakat mengeluhkan tidak sesuai dengan kondisi riil. Cara cek desil kesejahteraan masyarakat dalam DTSEN dapat dilakukan secara online dengan mudah.

Pengecekan bisa dilakukan baik melalui website DTSEN Badan Pusat Statistik (BPS), maupun aplikasi Cek Bansos. Informasi mengenai desil kesejahteraan tersebut dapat diperiksa secara mandiri. Masyarakat tidak perlu melakukan login untuk mengecek desil melalui website DTSEN BPS.

Untuk melakukan pengecekan, masyarakat cukup menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).Baca Juga: Tukang Becak Masuk Desil 9 di Kulon Progo, BPS: Bukan Tak Valid, Perlu Pemutakhiran Data

Cek Desil melalui website DTSEN BPS

Berikut langkah-langkah untuk mengecek desil kesejahteraan melalui website DTSEN BPS:

- Buka situs DTSEN Form BPS melalui browser- Pilih menu Lainnya - Masukkan NIK dan kode verifikasi captcha yang tertera di layar, lalu klik Cek Data- Jika data ditemukan, klik opsi Cek Desil- Masukkan tanggal lahir dan masukkan kembali kode captcha- Klik Cek Data, dan informasi mengenai tingkat desil Anda akan muncul.

Cek Desil melalui aplikasi Cek Bansos

Selain melalui website BPS, pengecekan desil juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos resmi Kementerian Sosial. Berikut caranya:

- Download aplikasi Cek Bansos resmi buatan Kementerian Sosial di Google Play Store- Buat akun baru atau masuk jika sudah terdaftar dengan mengisi data diri sesuai KTP- Buka menu Profil untuk melihat informasi status kesejahteraan atau peringkat desil Anda- Anda juga dapat mengajukan pembaruan data (request pembaruan data) di aplikasi ini jika merasa data desil tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai informasi, desil sendiri merupakan pembagian data menjadi 10 kelompok sama besar berdasarkan urutan tertentu. Desil diurutkan dari tingkat pengeluaran atau kesejahteraan.

Baca Juga: Heboh soal Desil, Purbaya Ngaku Keluarin Rp7 Triliun Lebih buat Sensus dan Perbaikan DTSE

Secara sederhana, keluarga dikelompokkan berdasarkan kondisi ekonominya. Semakin kecil angka desil, umumnya menunjukkan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah.

Data desil tersebut menjadi salah satu informasi yang dapat digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial. Karena itu, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri untuk mengetahui status desil yang tercatat dalam DTSEN.Secara umum, desil adalah sebuah metode untuk membagi distribusi data ke dalam 10 kelompok yang sama besar.Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan desil untuk mengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan atau karakteristik sosial ekonomi.

"Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, Jumat (21/8).

Artinya, keluarga dalam satu kategori desil tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama. Pemeringkatan desil mempertimbangkan karakteristik sosial ekonomi, seperti kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.

Hasilnya, desil dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10 keluarga, yaitu:

Desil 1: Kelompok 10 keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau miskin ekstrem;Desil 2: Kelompok keluarga kategori miskin;Desil 3: Kelompok keluarga kategori hampir miskin;Desil 4: Kelompok keluarga kategori rentan miskin;Desil 5: Kelompok keluarga kategori ekonomi menengah ke bawah;Desil 6-10: Kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan menengah, menengah atas, sejahtera, sangat sejahtera, dan paling sejahtera.

Topik Menarik