1 Warga Tewas saat Kerusuhan Demo DPR, Ini Kronologi Kejadiannya

1 Warga Tewas saat Kerusuhan Demo DPR, Ini Kronologi Kejadiannya

Nasional | sindonews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 19:19
share

Polda Metro Jaya membenarkan adanya satu orang meninggal dunia terkait kerusuhan demonstrasi di Gedung DPR, Kamis 27 Agustus 2026. Korban pemilik toko kaca, Bambang Setiyawan (59) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan saat bentrokan demo ricuh ang terjadi di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026) dini hari.

Menurut keterangan keluarga, Bambang sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Namun, nyawanya tidak tertolong. Istri korban, Sudarsi mengatakan, suaminya sempat keluar rumah untuk memeriksa kondisi toko kacanya yang berada tidak jauh dari lokasi bentrokan. Namun hingga larut malam, Bambang tidak kunjung pulang.

Baca juga: Sejumlah Fasilitas Publik Dirusak Pendemo, Polda Metro Jaya: Ulah Kelompok Perusuh

Sudarsi mengaku baru mengetahui kabar meninggalnya sang suami setelah anak-anaknya melakukan pencarian.

"Saya baru tahunya kalau dia bener-bener gak ada itu di sekitar jam tigaan, jam empatan lah. Itu saya baru fix tahu kalau dia udah gak ada. Dulu anak-anak saya langsung nyari kan," kata Sudarsi.

Ia menuturkan keluarga mengetahui keberadaan Bambang setelah mendapat informasi bahwa korban telah dibawa ke RS Polri.

Sudarsi juga mengaku tidak melihat langsung peristiwa yang menimpa suaminya. Keluarga pertama kali mengetahui dugaan penganiayaan tersebut dari sebuah video yang diterima anaknya.

Baca juga: Unjuk Rasa Anarkis, Massa Rusak CCTV dan Pos Polisi di Pejompongan

"Justru kita tahunya dari video. Kita gak ada yang lihat jelas nih posisi mayat ini, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita gak tahu," ucapnya.Menurut Sudarsi, anaknya sempat mengirimkan video dan meminta memastikan identitas orang yang terlihat dalam rekaman tersebut.

"Cuman sempat WA anak saya, 'Coba kamu perhatiin nih video. Nih video Bapak bukan?'. Anak saya diiniin ternyata bener. Heeh. Itu Bapak katanya dicarilah sama dia. Gitu. Itulah aslinya ketemu," tuturnya.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Bambang kemudian dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kemanggisan, Jakarta Barat, untuk dimakamkan.

Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian korban maupun kronologi lengkap peristiwa yang terjadi saat bentrokan berlangsung.

Polisi Membenarkan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto belum memaparkan identitas dari korban meninggal dunia tersebut. Ia menyebut, korban itu meninggal di Pejompongan.

"Pertama kami sampaikan belasungkawa, warga kita berpulang," kata Budi Hermanto, Jumat (28/8/2026). "Berawal adanya informasi masyarakat di lokasi itu masih kerusuhan. Sehingga Polri lakukan evakuasi melihat dan menghitung evakuasi tersebut aman bagi petugas," ujar Budi.

Sehingga pada saat lokasi diamankan dokkes Polda Metro evakuasi laki-laki dalam kondisi pingsan.

"Dibawa ke RS Mintoharjo penanganan di RS yang bersangkutan meninggal dunia," tambah Budi.

Setelah itu, kata Budi, korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Namun, Budi menyebut pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi.

"Dibawa ke RS Polri diidentifikasi, dan kami tadi pagi bertemu anak almarhum yang bersangkutan tak bersedia autopsi, kami ajuka autopsi untuk mengetahui penyebab kematian tapi ditolak dan sudah keluarkan surat pernyataan," pungkas Budi.

Topik Menarik