Rumah Dinas Didatangi Petugas Sensus Ekonomi, Ketua MPR Muzani Tekankan Pentingnya Data dan Angka

Rumah Dinas Didatangi Petugas Sensus Ekonomi, Ketua MPR Muzani Tekankan Pentingnya Data dan Angka

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 20:46
share

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani ikut dalam proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam hal ini, Muzani menekankan bahwa ketersediaan basis data ekonomi yang akurat memegang peranan krusial sebagai fondasi utama bagi pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan nasional di masa depan.

Petugas Badan Pusat Statistik menyambangi rumah dinas Ketua MPR RI yang berlokasi di kompleks Widya Chandra di Jakarta Selatan, dengan didampingi langsung oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti untuk memutakhirkan profil aktivitas ekonomi keluarga.

"Saya sebagai warga negara hari ini menerima petugas Sensus Ekonomi dari BPS yang datang dihantar langsung oleh Ibu Kepala BPS. Kami ditanya tentang jumlah keluarga serta jenis-jenis usaha yang ditangani oleh keluarga maupun anggota keluarga kami, dan Alhamdulillah seluruh proses telah kami jalani dengan baik," ujar Muzani di kediaman dinasnya," Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Tukang Becak Masuk Desil 9 di Kulon Progo, BPS: Bukan Tak Valid, Perlu Pemutakhiran Data

Muzani menjelaskan, bahwa seluruh keterangan terkait kegiatan usaha keluarga telah disampaikan secara transparan sesuai kapasitas yang dimiliki. Keterbukaan informasi dari para responden dinilai sangat penting agar profil kegiatan ekonomi rumah tangga hingga dunia usaha dapat terpotret secara utuh dan terukur.

Pendataan menyeluruh terhadap potret usaha masyarakat dipandang sebagai instrumen vital bagi negara dalam membaca denyut perekonomian riil di lapangan. Akurasi angka statistik dinilai menjadi rujukan mutlak agar program intervensi pembangunan dan pengambilan keputusan strategis tidak meleset dari sasaran.

"Kami berharap ini menjadi cara negara untuk mengetahui aktivitas perekonomian penduduknya secara utuh. Dengan demikian, kebijakan yang akan diambil pada masa-masa yang akan datang adalah kebijakan yang benar-benar berdasar pada data dan angka yang benar," jelas Muzani.

Baca Juga: Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR

Keberhasilan program pemutakhiran data ekonomi berskala nasional ini dinilai Muzani menuntut partisipasi aktif serta sikap kooperatif dari seluruh elemen masyarakat di berbagai wilayah. Muzani mengimbau publik untuk memberikan informasi yang faktual dan menyambut kedatangan petugas sensus di lingkungan masing-masing.

"Pendataan Sensus Ekonomi ini merupakan kehormatan besar bagi kami sebagai warga negara, dan kami mengucapkan terima kasih kepada BPS beserta Ibu Kepala. Saya berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan diikuti oleh sebanyak mungkin warga negara Indonesia," tukas Muzani.

Adapun Sensus Ekonomi 2026 adalah program pendataan berskala nasional atas seluruh unit usaha dan aktivitas ekonomi di Indonesia yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali oleh BPS. Pelaksanaan sensus dimulai pada 15 Juni 2026 dan berakhir 31 Agustus 2026.

Topik Menarik