Suzuki Haramkan Jimny Dibuat dalam Versi Listrik
Suzuki tampaknya tidak bergeming dari pendiriannya untuk mempertahankan Jimny dengan mesin pembakaran internal, meskipun peraturan emisi semakin ketat di beberapa pasar utama.
Menurut laporan Drive Australia pada 27 Agustus 2026, Suzuki Australia menekankan bahwa pendirian perusahaan tentang kemungkinan memproduksi Jimny listrik belum berubah karena penggunaan sistem listrik dikhawatirkan akan menghilangkan karakter utama yang membuat model penggerak empat roda kecil ini begitu populer.Pandangan ini sebenarnya diungkapkan oleh Presiden Suzuki Motor Corporation, Toshihiro Suzuki pada tahun 2024 ketika ditanya tentang kemungkinan memproduksi Jimny EV.
Saat itu, Toshihiro mengatakan bahwa jika Jimny dibuat menjadi EV, kemungkinan akan "merusak bagian terbaik dari Jimny".
Kini, dua tahun kemudian, General Manager Otomotif Suzuki Australia, Michael Pachota, mengkonfirmasi bahwa pendirian tersebut belum berubah.
Menurut Pachota, pernyataan yang dibuat sebelumnya masih berlaku dan ia percaya bahwa sentimen yang sama masih dipegang oleh Suzuki hingga saat ini.Namun, Suzuki tidak menjelaskan secara rinci aspek teknis yang menyebabkan Jimny EV dianggap sebagai perubahan karakter model tersebut.
Jimny telah lama dikembangkan sebagai mobil 4x4 kompak dengan desain mekanis sederhana dan kemampuan off-road sebagai prioritas utamanya.
Suzuki Jimny generasi saat ini diperkenalkan pada tahun 2018 dan masih menggunakan mesin bensin empat silinder 1,5 liter naturally aspirated yang menghasilkan 75 kW (102 PS/101 hp) dan torsi 130 Nm.
Mesin tersebut dipadukan dengan pilihan transmisi manual lima percepatan atau otomatis empat percepatan.
Meskipun model generasi saat ini telah berada di pasaran selama delapan tahun, Jimny tetap menjadi salah satu model terpenting Suzuki.Di Australia, total 7.027 unit Jimny terjual sepanjang tahun 2025, menjadikannya model terlaris Suzuki di negara tersebut pada tahun itu.
Suzuki juga melihat posisi Jimny dalam jajaran modelnya masih cukup baik untuk terus menggunakan mesin bensin tanpa sistem hibrida atau listrik untuk saat ini.
Tantangan Suzuki di Australia sekarang berasal dari New Vehicle Efficiency Standard (NVES), peraturan yang menetapkan target emisi karbon untuk kendaraan baru.
Pachota mengakui bahwa NVES memberi tekanan pada Jimny, tetapi Suzuki masih ingin menawarkan model tersebut berdasarkan permintaan konsumen.
Menurutnya, setelah NVES diumumkan, Suzuki mulai menilai bagaimana jajaran produknya untuk 10 tahun ke depan dapat disesuaikan dengan peraturan tersebut.Untuk memungkinkan Jimny terus ditawarkan, Suzuki dapat menyeimbangkan seluruh jajaran produknya dengan memperkenalkan model lain yang memiliki emisi lebih rendah atau menggunakan sistem hibrida dan listrik.
Salah satu model kunci dalam strategi ini adalah Suzuki e Vitara, sebuah SUV listrik yang akan membantu Suzuki memenuhi target emisi yang ditetapkan di Australia.
Suzuki berencana untuk memenuhi target NVES mulai tahun 2027, tetapi Pachota mengatakan bahwa situasinya akan bergantung pada penerimaan konsumen terhadap model-model baru yang diperkenalkan.
Saat ini, Jimny adalah satu-satunya model dalam jajaran Suzuki di Australia yang tidak menggunakan mesin diesel.




