Iran Siapkan Skenario Perang Masa Depan Melawan AS, Ini Detailnya!

Iran Siapkan Skenario Perang Masa Depan Melawan AS, Ini Detailnya!

Global | sindonews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:52
share

"Kemungkinan perang di masa depan" dengan AS dapat meluas ke seluruh kawasan serta menyeret infrastruktur energi dan komunikasi ke dalam konflik. Demikian peringatan juru bicara Angkatan DaratIran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia.

Akraminia mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Mehr News Agency bahwa Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap "kesalahan perhitungan" oleh pihak lawan akan memicu respons segera dan dapat memperluas cakupan geografis konflik.

Iran Siapkan Skenario Perang Masa Depan Melawan AS, Ini Detailnya!

1. Siapkan Perang yang Terus Meluas

"Kemungkinan perang di masa depan dapat mencakup arena-arena baru," ujar Akraminia.

Ia menunjuk Selat Bab al-Mandab dan pangkalan AS di Suriah, seraya mengatakan bahwa keduanya telah menjadi bagian dari konflik meskipun sebelumnya berada di luar cakupan geografisnya.

"Saat ini, ancaman ada di seluruh kawasan, dan kami memiliki kemampuan untuk menghadapi serta menanganinya," katanya.

2. Ada Konfrontasi Baru

Akraminia mengatakan kemungkinan perang di masa depan juga dapat melibatkan area konfrontasi baru, termasuk infrastruktur energi dan komunikasi di seluruh kawasan.Ia secara khusus menyebutkan infrastruktur energi dan jalur komunikasi yang sebagian besar membentang di dasar laut di perairan lepas pantai Iran dan Semenanjung Arab serta melalui Teluk Oman.

"Di mana pun musuh memiliki kepentingan, jika terjadi agresi, lokasi tersebut dapat masuk dalam kategori target sah angkatan bersenjata Republik Islam Iran," ujarnya.

Akraminia juga mendesak Qatar untuk meningkatkan upaya dalam memastikan nasib tiga pilot Iran yang hilang sejak operasi udara Iran terhadap pangkalan AS di Qatar pada 2 Maret.

Ia mengatakan dua pesawat Sukhoi Iran menyerang pangkalan tersebut sebelum ditembak jatuh saat perjalanan kembali. Jenazah salah satu dari empat pilot, Majid Kazemi, kemudian ditemukan, sementara tiga lainnya masih belum ditemukan.

Qatar membantah menahan ketiga pilot tersebut, dengan menyatakan bahwa tim pencarian dan penyelamatan mereka menemukan jenazah satu pilot namun tidak menemukan bukti bahwa pilot lainnya ditangkap. Pernyataan ini muncul di tengah konflik antara Iran dan AS, yang bermula pada 28 Februari dengan serangan militer AS dan Israel terhadap Iran, dan kemudian meluas ke seluruh kawasan saat Teheran melancarkan serangan balasan terhadap posisi militer AS.

Permusuhan tersebut kemudian melibatkan berbagai front di kawasan dan mengganggu lalu lintas maritim, hingga akhirnya Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni melalui mediasi Qatar dan Pakistan, yang bertujuan mengakhiri pertempuran dan membuka jalan bagi negosiasi.

Sejak saat itu, Teheran menuduh Washington gagal melaksanakan nota kesepahaman tersebut sepenuhnya, sementara Qatar dan Pakistan terus melanjutkan upaya diplomatik di antara kedua belah pihak.

3. Fokus ke Strategi Ofensif

Akraminia, mengatakan bahwa negaranya berencana beralih ke posisi ofensif—bukan lagi defensif—guna melindungi diri dari ancaman serangan lanjutan AS.

Ia menambahkan bahwa Iran telah melakukan sejumlah "operasi preventif" pada tahap akhir perang, serta menyebutkan bahwa serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania terbukti efektif sebagai langkah pencegahan terhadap serangan AS.

Akraminia juga menyatakan bahwa pemerintahnya akan memberikan imbalan finansial kepada siapa pun yang berhasil menangkap tentara AS jika mereka memasuki wilayah Iran.

Ia mengumumkan bahwa Iran telah mencapai kemajuan signifikan dalam memulihkan infrastruktur yang hancur akibat perang dan telah menerima peralatan militer baru.

Terkait Selat Hormuz, ia mengatakan bahwa kapal-kapal akan berada di bawah pengawasan Iran sebelum tiba di lokasi tersebut dan hanya diizinkan melintas jika Iran memberikan izin.

Topik Menarik