Bantuan Logistik Terus Mengalir untuk Aksi Massa Pati, Perempuan Pekerja Turun Tangan
Dukungan masyarakat terhadap rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) terus mengalir. Solidaritas tidak hanya datang dalam bentuk makanan dan minuman, tetapi juga dari kelompok perempuan pekerja yang memilih bergerak secara swadaya membantu sesama warga.
Dua perempuan pekerja yang enggan dibuka identitasnya, berinisial L dan R, karyawan swasta, menjadi bagian dari kelompok yang menggalang bantuan melalui grup WhatsApp. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli sejumlah kebutuhan peserta aksi, berupa air mineral, makanan, dan obat-obatan. Bantuan tersebut dibawa menggunakan kendaraan pribadi dan diserahkan ke pos bantuan AMPB di depan Gedung DPR/MPR, Selasa (25/8/2026).
Pekerja perempuan mengaku tidak dapat ikut turun langsung dalam aksi. Namun, keresahan terhadap kondisi Indonesia membuat mereka tetap ingin berpartisipasi dengan cara lain. Donasi yang dikumpulkan juga bukan berasal dari keduanya saja, melainkan hasil patungan sejumlah perempuan pekerja yang memiliki kepedulian serupa.
“Di belakang kami ada rekan-rekan sesama perempuan pekerja yang resah, donasi ini juga partisipasi dari rekan-rekan,” ujar salah satu perempuan pekerja, Rabu (26/8/2026).
Ia mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan karena mereka tidak bisa menyampaikan aspirasi secara langsung di jalan. “Karena kita engga bisa support ikutan turun ke jalan menyuarakan kemuakan kita, yuk temen-temen yang mau suport buat saudara-saudara kita yang mewakili suara kita di hari Kamis nanti, bisa drop logistik ke depan gedung DPR,” lanjutnya.Baca juga: Jelang Demo Warga Pati di DPR, PP SEMMI Ingatkan Ancaman Provokasi dan Perpecahan
Paket bantuan dari L dan R kemudian diterima Alvin, warga yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) dan ikut menjaga pos bantuan AMPB di depan Gedung DPR. Bantuan tersebut menjadi bagian dari logistik yang disiapkan untuk warga yang diperkirakan datang mengikuti aksi pada Kamis mendatang.
Arus bantuan dari masyarakat juga terlihat semakin ramai sejak Selasa (25/8/2026). Warga mengirimkan makanan siap saji, air mineral, minuman kemasan, buah-buahan, hingga kebutuhan kesehatan. Sebagian bantuan dikirim langsung menggunakan kendaraan pribadi, sementara lainnya memanfaatkan jasa transportasi daring.
Logistik kemudian terkonsentrasi di sekitar pagar Gedung DPR dan pos bantuan yang didirikan simpatisan AMPB. Di tengah bertambahnya kiriman, aparat kepolisian juga terlihat melakukan penjagaan di sejumlah titik di sekitar kompleks parlemen sebagai bagian dari persiapan pengamanan menjelang aksi.
Lihat video: BUS MASSA PATI DILEMPARI BATU! AMPB: Kami Tak Takut Meski Diintimidasi
Sementara itu, Koordinator AMPB Supriyono alias Botok sebelumnya mengungkapkan adanya kendala akses terhadap rekening yang digunakan untuk menampung dana pribadi dan donasi publik. Ia menyebut dana sekitar Rp80 juta yang tersimpan di rekening tersebut antara lain direncanakan untuk membiayai kebutuhan operasional massa dari Pati menuju Jakarta.
Botok juga mengatakan akun TikTok dan WhatsApp miliknya mengalami gangguan akses secara berurutan. “Tanggal 22 jam 11 siang itu akun TikTok saya di blokir. Setelah itu jam 1 rekening saya diblokir. Terus jam 3 pagi, WA saya hilang,” kata Botok di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Di tengah berbagai kendala persiapan tersebut, dukungan logistik dari masyarakat tetap berdatangan. Keterlibatan L, R, dan kelompok perempuan pekerja lainnya menunjukkan bahwa warga yang tidak dapat hadir langsung dalam aksi memilih memberikan dukungan melalui cara lain, salah satunya dengan mengumpulkan bantuan secara swadaya untuk sesama warga.










