Gempa NTT, Bantuan Apersi Tahap I Tembus 9 Titik di Manggarai dan Manggarai Timur
Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) telah menuntaskan penyaluran bantuan tahap pertama bagi korban gempa NTT di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Penyaluran bantuan melalui program Apersi Peduli Bencana NTT ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Penggalangan dana tahap awal mulai dilakukan sejak 15 Agustus 2026. Penyaluran tahap pertama difokuskan pada wilayah yang mengalami dampak besar serta memiliki jumlah korban meninggal yang tinggi. Baca juga:BMKG: 7.029 Gempa Susulan Guncang NTT, 141 Kali Dirasakan
Wakil Ketua Umum Apersi, Adi Dharma menegaskan bantuan ini melampaui target yang direncanakan, mencapai 9 titik lokasi bencana. "Rencananya hanya disalurkan di 6 titik, namun kita berhasil memperluas menjadi 9 titik distribusi dengan cara pemetaan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan," katanya, Selasa (25/8/2026).
Distribusi mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai, antara lain Kampung Wudi, Gapong, Gumbang, Waepesi, dan Ngorang. Kemudian Kampung Saterteu di Kabupaten Manggarai Timur. ”Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Apersi untuk memastikan bantuan tidak hanya tersalurkan secara administratif, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi lapangan, kondisi masyarakat masih sangat membutuhkan dukungan. Sebagian warga dilaporkan belum berani kembali tidur di dalam rumah setelah gempa 7,7 SR yang diikuti lebih dari 4.000 gempa susulan. Sebagian masyarakat kemudian memilih mendirikan tenda secara mandiri di halaman rumah maupun area terbuka. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan APERSI dalam menentukan titik distribusi dan mekanisme bantuan.
Adi menambahkan, hingga rapat evaluasi pada 22 Agustus 2026, dana yang berhasil dihimpun Apersi tercatat sekitar Rp250 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp100 juta telah digunakan untuk penyaluran bantuan tahap pertama.
Evaluasi terhadap pelaksanaan tahap pertama juga menghasilkan sejumlah perbaikan. Hal ini untuk memastikan bantuan berikutnya lebih mudah diterima dan langsung memberikan manfaat kepada keluarga terdampak.
Salah satu perubahan yang disiapkan adalah mengemas bantuan dalam bentuk paket individual menggunakan goodie bag/totebag, dengan nilai estimasi Rp100.000–Rp150.000 per paket. “Paket tersebut akan memprioritaskan kebutuhan hygiene kit, seperti pasta gigi, sabun, sampo, handuk dan pembalut, serta kebutuhan sembako," jelasnya.
Adi menjelaskan, Program Apersi Peduli Bencana NTT merupakan komitmen organisasi untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika masyarakat menghadapi situasi bencana dan membutuhkan dukungan. Keberhasilan penyaluran tahap pertama yang mencapai 9 titik menjadi dasar Apersi untuk terus memperbaiki mekanisme distribusi dan memperluas jangkauan bantuan."Apersi berharap dukungan dari para mitra, DPD Apersi, anggota, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat NTT dapat terus mengalir sehingga bantuan tahap kedua dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga terdampak bencana," tegasnya. Baca juga:Ibu Kandung Betrand Peto Mengungsi usai Gempa NTT, Netizen Pertanyakan Bantuan dari Anak
Ketua Apersi NTT Thomas Lay menambahkan setelah tahap pertama selesai, dilakukan mempersiapkan penyaluran bantuan tahap kedua dengan target sekitar 1.500 paket bantuan. "Distribusi tahap kedua direncanakan menyasar tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo dan setiap kabupaten mendapatkan 500 paket bantuan," katanya.
Ketiga wilayah tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan tingginya jumlah kerusakan rumah akibat bencana. Dengan mempertimbangkan penyaluran tahap pertama, Apersi menargetkan keseluruhan rangkaian bantuan dapat menjangkau sekitar 2.500 keluarga terdampak. Bantuan tahap kedua ditargetkan pada awal September 2026.










