Bidik Gen Z di Pemilu 2029, Hanura Andalkan Isu Lapangan Kerja dan Pendidikan

Bidik Gen Z di Pemilu 2029, Hanura Andalkan Isu Lapangan Kerja dan Pendidikan

Nasional | sindonews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:03
share

Strategi khusus untuk menggaet pemilih generasi Z (Gen Z) dalam Pemilu 2029 disiapkan oleh Partai Hanura. Isu lapangan kerja dan pendidikan bakal diusung partai politik (parpol) yang kini dipimpin oleh Oesman Sapta Odang (OSO) itu.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan bahwa Gen Z punya pengaruh besar dalam menentukan preferensi politik di Tanah Air. Maka itu, Hanura bakal mengangkat isu yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda.

"Pada Pemilu 2029 nanti, jumlah pemilih pemula dan Gen Z sangat besar. Mereka adalah orang-orang berpengetahuan yang akan mempertimbangkan untuk siapa atau partai apa yang akan dipilih," kata Rio di sela kegiatan Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPC Hanura se-Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Platinum, Balikpapan, Sabtu (22/8/2026).

Baca juga: Task Force Hanura Targetkan Konsolidasi Organisasi Selesai September 2026

Dia menguraikan tentang isu yang akan digunakan untuk menarik simpati dan dukungan pemilih Gen Z di pemilu mendatang. Di antaranya, Hanura akan mengusung isu lapangan kerja dan pendidikan.

“Hanura fokus pada isu yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda. Salah satunya, memperluas peluang kerja. Ke depan, pasar kerja di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, bisa terbuka lebar untuk Gen Z," kata Ketua Task Force Hanura itu.

Selain lapangan kerja, Hanura juga mendorong kebijakan pendidikan yang terkoneksi dengan kebutuhan dunia kerja. "Jangan sampai, pendidikan hanya menciptakan pengangguran-pengangguran baru. Ketika selesai kuliah, tidak tahu harus ke mana," ujarnya. Dia menuturkan, generasi muda merupakan kekuatan, bahkan menjadi salah satu pilar dari kemajuan bangsa dan negara. Hanura bakal terus merangkul dan berjuang bersama para pemuda, untuk membangun masa depan Indonesia.

"Kalau generasi mudanya kuat, maka kuatlah negeri ini. Kalau generasi muda mendapatkan tempat yang cukup untuk membangun dan terlibat dalam proses pembangunan di negeri ini, maka negeri ini akan maju," imbuhnya.

Dia menuturkan bahwa keterlibatan anak muda dalam struktur kepengurusan Hanura di seluruh tingkatan, terus meningkat. Berdasarkan konsolidasi yang dilakukan pihaknya di sejumlah daerah, sebanyak 31 persen pengurus berasal kalangan muda.

Dia melanjutkan, Hanura tak sekadar memberi ruang dan peran, tapi juga posisi strategis dalam struktur kepengurusan bagi para generasi muda. Saat ini, sejumlah elite Dewan Pimpinan (DPC) atau pengurus tingkat kabupaten dan kota di berbagai wilayah, berasal dari kalangan muda.

"Mereka yang saat ini menempati posisi strategis dalam struktur kepengurusan di berbagai tingkatan, bukan sekadar muda secara usia. Mereka punya semangat, punya potensi, dan memahami visi Hanura," pungkasnya.

Adapun konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPC Hanura se-Provinsi Kalimantan Timur turut dihadiri Sekretaris Task Force, Hanurani Prajanto; Bendahara Task Force, Indah Sri Rezeki; serta dua anggota Task Force, Yossie Indra Pramana dan Ratna Ester Lumban Tobing.

Kemudian hadir juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Kaltim, Marsidik, serta jajaran DPD dan DPC Hanura se-Provinsi Kaltim.

Topik Menarik