Spesifikasi Kapal Perang KRI Ki Hajar Dewantara yang Diusulkan Prabowo untuk Dijual
Presiden Prabowo Subianto mengusulkan ke DPR agar kapal perang latih milik TNI AL, KRI Ki Hajar Dewantara dijual. Pengajuan tersebut disampaikan Prabowo melalui surat Presiden (Surpres) ke DPR RI.
Surpres tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam forum Rapat Paripurna DPR ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2026-2027 yang digelar Selasa, 18 Agustus 2026.
"Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli, hal Permohonan Persetujuan DPR RI Terhadap Penjualan Barang Milik Negara berupa 1 unit Kapal Eks KRI Ki Hajar Dewantara," kata Dasco.
Baca juga: Prabowo Bersurat ke DPR Ajukan KRI Ki Hajar Dewantara Dijual
Spesifikasi KRI Ki Hajar DewantaraKapal perang KRI Ki Hajar Dewantara (364) merupakan armada tempur TNI AL. Kapal perusak kawal berpeluru kendali ini juga merupakan kapal pelatihan bagi prajurit TNI AL.
Kapal perang yang dipesan Indonesia pada 1978 ini dibuat di Split, Yugoslavia dan selesai pada 11 Oktober 1980. KRI Ki Hajar Dewantara merupakan bagian dari armada pemukul. Memiliki kemampuan jelajah dan persenjataan yang mumpuni bagi pengawalan dan perlindungan kawasan perairan Republik Indonesia.
KRI Ki Hajar Dewantara mengambil nama dari seorang pahlawan nasional sekaligus Bapak Pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara. Kapal ini memiliki berat 1,850 ton, dengan dimensi 96,70 meter x 11,2 meter x 3,55 meter.
Ditenagai oleh 2 mesin diesel jelajah, 2 shaft menghasilkan 7000 bhp dan 1 boost turbine dengan daya 22,300 shp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27 knot. Diawaki oleh 91 pelaut, 14 instruktur, dan 100 taruna. Kapal ini menggunakan sonar PHS-32 hull mounted MF, kontrol penembakan menggunakan WM-28 dan EW menggunakan SUSIE-1 intercept, 2 flare RL.
Kapal ini dilengkapi dek untuk helikopter NBO-105 buatan Industri Pesawat terbang Nusantara (IPTN) yang sekarang bernama PT Dirgantara Indonesia. Helikopter ini berfungsi sebagai over horizon survelilance, anti kapal selam dan transportasi.
Persenjataan modern di KRI Ki Hajar Dewantara antara lain.
1. 4 rudal permukaan-ke-permukaan MM-38 Exocet buatan Prancis dengan jangkauan maksimal sekitar 42 Km dengan kecepatan 0,9 mach dan hulu ledak seberat 165 Kg dalam konfigurasi 2x2.2. 1 Meriam Bofors 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal WM28.3. 2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM untuk target udara.4. 4 Torpedo AEG SUT, berpeluncur tabung 533mm, jangkauan 28 Km pada 23 knot atau 12 Km pada 35 knot dengan hulu ledak seberat 250 Kg.5. Bom Laut/Mortir Anti Kapal Selam6. Peluncur peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral.










