Bikin Inovasi Olahan Ubi Ungu, IKM Mojokerto Didorong Tingkatkan Daya Saing
Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 memberikan dampak nyata bagi pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Mojokerto. Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek tersebut mendorong inovasi pengolahan ubi ungu menjadi produk bernilai tambah.
Program ini dilaksanakan tim yang terdiri atas Gunawan, Argo Hadi Kusumo, dan Ruth Chrisnasari dari Universitas Surabaya (Ubaya), bersama Moh. Arif Batutah dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Tim menggandeng UD Aneka Camilan Ria di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Baca juga: Manfaat Ubi Ungu, Miliki Kadar Gula Rendah
UD Aneka Camilan Ria yang sebelumnya dikenal sebagai produsen keripik kini mengembangkan lini usaha baru melalui produksi tepung ubi ungu dan berbagai produk turunannya. Salah satu inovasi yang berhasil dikembangkan adalah sereal ubi ungu dalam bentuk tepung bubur instan.
Berbeda dengan tepung ubi pada umumnya, produk tersebut dibuat dari ubi yang telah dimasak terlebih dahulu sehingga lebih praktis untuk disajikan. Produk juga dikembangkan sebagai pangan bebas gluten (gluten-free) dan dapat menjadi salah satu pilihan bahan pangan untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Tak hanya berfokus pada inovasi produk, program tersebut turut memperkenalkan teknologi produksi yang ramah lingkungan. UD Aneka Camilan Ria kini memanfaatkan Rumah Produksi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2.200 watt serta Rumah Pengering Ultraviolet (UV).Pemilik UD Aneka Camilan Ria, Nanik Riasih, mengatakan penerapan teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjaga kualitas produk. “Penerapan teknologi ini sangat membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi,” katanya, Selasa (18/8/2026).
Pemanfaatan PLTS dan Rumah Pengering UV menjadi bagian dari upaya mengembangkan sistem produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Teknologi tersebut sekaligus mendukung pengembangan produk pangan berbahan baku lokal yang memiliki potensi untuk menjangkau pasar lebih luas.
Inovasi UD Aneka Camilan Ria juga mendapat apresiasi dari Kepala Desa Selotapak, Agus Sugiono. Menurutnya, pengembangan produk berbasis ubi ungu sejalan dengan upaya desa dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi bahan baku lokal.
Manajer Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya, Utomo, menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan IKM merupakan salah satu bentuk nyata implementasi semangat Kampus Berdampak. ”Pendampingan yang dilakukan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendorong lahirnya produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing,” ujarnya. Baca juga:Peran Penting Startup dalam Mengakselerasi Digitalisasi IKM
Melalui kolaborasi tersebut, olahan ubi ungu diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha baru di Kabupaten Mojokerto. Pengembangan produk pangan berbasis ubi ungu juga diharapkan dapat memperkuat posisi Kecamatan Trawas sebagai salah satu kawasan wisata kuliner unggulan dengan mengangkat potensi pangan lokal sebagai bagian dari daya tarik daerah.










