Wali Kota Jaksel Pastikan 3 Embung Baru di Jagakarsa Berfungsi Cegah Banjir

Wali Kota Jaksel Pastikan 3 Embung Baru di Jagakarsa Berfungsi Cegah Banjir

Nasional | sindonews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:50
share

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo meninjau tiga embung yang telah selesai dibangun di Kecamatan Jagakarsa untuk memastikan fungsinya berjalan baik. Pasalnya, keberadaan embung tersebut bisa memberikan dampak terhadap pengendalian genangan, khususnya di wilayah sebelumnya kerap terdampak banjir.

"Area yang telah ditetapkan sesuai perencanaan berfungsi dengan baik. Contohnya, di Embung Pemuda, sebelumnya ada tiga RW yang sering tergenang air, namun kini area tersebut sudah tidak tergenang lagi, begitu pula warga di sekitar Embung Lapangan Merah yang turut merasakan dampaknya," ujar Syafrin, Selasa (18/8/2026).

Ketiga embung yang ditinjau Wali Kota Jaksel bersama jajaran Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan itu, yakni Embung Pemuda I, Embung Lapangan Merah, dan Embung Jagakarsa. Ketiga embung tersebut difungsikan sebagai kolam retensi untuk menampung limpasan air hujan sebelum dialirkan ke saluran pembuangan, yang mana keberadaannya diharapkan dapat mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman sekitar.

Baca juga: 3 Embung di Jagakarsa Jaksel yang Cocok untuk Tempat Rekreasi dan Olahraga

Menurut Syafrin, fungsi embung tidak hanya sebagai pengendalian air, tapi juga mendukung aktivitas warga di sekitar lokasi. Pasalnya, embung itu dilengkapi fasilitas, seperti jogging track, taman bermain anak, dan shelter yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga atau berinteraksi.Syafrin menerangkan, meski manfaatnya mulai dirasakan, seluruh aset yang telah dibangun tidak boleh berhenti pada tahap pembangunan saja karena pemeliharaan berkala diperlukan untuk memastikan kapasitas tampung embung tetap optimal. Khususnya sedimentasi lumpur yang dapat mengurangi daya tampung embung sehingga Suku Dinas SDA Jakarta Selatan harus rutin melakukan pengerukan dan pengawasan terhadap kondisi embung.

Lihat video: Gerakan 1000 Embung Atasi Perubahan Iklim, Solusi Krisis Air

"Aset yang sudah dibangun ini harus tetap dirawat dan dipelihara. Pengerukan sedimen harus diperhatikan agar saat terjadi hujan ekstrem, target kapasitas embung tetap optimal menampung air dan kawasan sekitar terselamatkan dari genangan," tuturnya.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo menambahkan, pembangunan fisik ketiga embung tersebut telah rampung 100 sehingga peninjauan lapangan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap infrastruktur sumber daya air yang telah selesai ataupun yang masih dalam tahap pengerjaan. Dipastikan, arahan pemeliharaan akan ditindaklanjuti, utamanya menjaga kapasitas tampung embung.

"Terkait arahan pemeliharaan berkala, kami akan memastikan pengerukan sedimen dilakukan secara rutin agar waduk dapat menampung debit air secara maksimal saat hujan turun," katanya.

Topik Menarik