Garda Revolusi Iran Klaim 200 Pesawat Musuh Ditembak Jatuh
Wakil Panglima TertinggiIRGC, Mayor Jenderal Mostafa Izadi, mengklaim bahwa lebih dari 200 "pesawat musuh" telah ditembak jatuh.
"Jumlah pesawat musuh yang ditembak jatuh menyusul gerakan berharga oleh bangsa kita serta upaya kita di ranah lunak dan kognitif saja telah melampaui angka 200, dan gerakan ini juga telah menimbulkan dampak serta konsekuensi di tingkat regional maupun global," ujarnya, dilansir Al Jazeera.
Ia menggambarkan konflik tersebut sebagai "perang hibrida", di mana menurutnya pihak lawan Iran berupaya mengguncang stabilitas negara tersebut, baik secara internal maupun melalui operasi militer.
Izadi juga menepis anggapan bahwa konflik tersebut telah melemahkan sistem politik Iran atau memecah belah negara itu.
"Iran yang Islami tidak hanya tidak terpecah belah dan sistem Islamnya tidak melemah, tetapi Republik Islam justru membuktikan dirinya lebih kuat dan lebih teguh daripada sebelumnya di Iran," tambahnya.
Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan bahwa kehadiran militer AS selama beberapa dekade serta serangan terkini oleh AS dan Israel telah menyebabkan "kerusakan lingkungan yang sangat besar di Teluk Persia dan Teluk Oman", yang menurutnya bernilai triliunan dolar.
"Kerusakan yang ditimbulkan terhadap lingkungan Teluk Persia dan Teluk Oman tidak terbatas pada enam bulan atau satu tahun terakhir saja," kata Baghaei.
"Sebaliknya, kawasan kita telah menghadapi kehadiran militer Amerika Serikat dan sekutunya secara terus-menerus selama lima dekade terakhir," tambahnya.
"Kehadiran yang berkelanjutan ini, disertai dengan pengerahan persenjataan paling canggih, berbagai latihan militer, dan pemaksaan berbagai perang di kawasan tersebut, telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat besar senilai triliunan dolar," ujar Baghaei.







