NU Sebut Program MBG Tak Hanya Pemenuhan Gizi Tapi Juga Tata Ekosistem Pertanian
Nahdaltul Ulama (NU) menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya sebagai program pemenuhan gizi semata, tetapi juga sebagai program strategis dalam menata ekosistem pertanian. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai unit pelaksana program membutuhkan pasokan bahan makanan, dan itu berasal dari pertanian.
Potensi strategis seperti itulah yang dilihat oleh NU yang kemudian berusaha menata dan mengelola ekosistem pertanian sehingga memberi daya dukung positif terhadap Program MBG.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Koordinasi dan Akselerasi PBNU Ning Alissa Wahid saat kegiatan bertema "Membangun Ekosistem Pertanian Pendukung Makan Bergizi Gratis" yang digelar Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PBNU di Pesantren Al Itqan, Semarang, pada 10 Agustus 2026.
Baca juga: MBG Bukan Semata-mata Membagi Makanan di Sidang Tahunan, MPR: Ikhtiar Cerdaskan Bangsa
Kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Nahdlatul Ulama dalam rangka mensukseskan program MBG. PBNU mendapatkan amanah mengelola 1000 dapur MBG, namun saat ini masih mampu mengelola sekitar 200an dapur MBG. "Acara ini merupakan kali kedua dilakukan oleh Tim Koordinasi dan Akselerasi MBG PBNU. Akan tetapi acara sekarang lebih masif dan berusaha merumuskan ekosistem pertanian pendukung SPPG. Menurut Ning Alissa awalnya PBNU mendapat permintaan dari pihak BGN untuk membangun 1.000 dapur. Akan tetapi hingga saat ini tim baru bisa mendampingi 200-an dapur," ujarnya, Minggu (16/8/2026).
Sebagian dapur MBG di kalangan NU dikelola oleh pesantren. Pentingnya menata ekosistem pertanian pendukung MBG menjadi sangat relevan dan strategis. Penataan ekosistem pertanian berarti menata pasokan bahan pangan untuk MBG dari hulu ke hilir. Potensi ini dimiliki oleh PBNU. LPP PBNU dan seluruh jajaran LPP di semua tingkatan, dari tingkat ranting sampai pengurus besar mempunyai tanggung jawab dalam masalah ini.
Lihat video: Geram! Presiden Prabowo Labeli Koruptor MBG "Biadab"
"Acara ini sangat penting, tidak saja sebagai konsolidasi tapi juga bagaimana masing-masing LPP PCNU bisa mendukung SPPG dan saling melengkapi antar LPP PCNU untuk pemenuhan kebutuhan dapur. Selama ini LPP PCNU belum melakukan konsolidasi antar LPP, begitu juga dengan pihak dapur. Jadi pertemuan ini akan sangat bermanfaat bagi LPP dan dapur dampingan TKA MBG PBNU," kata Chandra Aprianto mewakili LPP PBNU dalam kegiatan penataan ekosistem pertanian pendukung MBG.Kegiatan Penataan Ekosistem Pertanian Pendukung MBG ini merupakan pertemuan antara LPP dengan SPPG yang didampingi Tim Koordinasi Akselerasi (TKA) PBNU. Hadir dalam kegiatan ini KH Fahmi Akbar Idries dan Gus Ulun Nuha. Gus Ulun memfasilitasi dialog langsung proses bisnis matching antara LPP cabang dan SPPG yang hadir dalam acara tersebut. Gus Ulun mendorong masing-masing cabang ketemu langsung dengar dapur yang dikelola di cabang setempat. Apa yang dibutuhkan oleh dapur dan apa yang bisa dipersiapkan oleh LPP.
Selain itu, dalam acara ini juga dipamerkan beberapa produk pertanian yang dilaksanakan oleh pengurus LPP NU. Hadir dalam acara ini ratusan pengurus LPP dari berbagai daerah. Sekretaris TKA Gus Ulun memfasilitasi dialog langsung proses bisnis matching antara LPP cabang dan SPPG yang hadir dalam acara tersebut. Gus Ulun mendorong masing-masing cabang ketemu langsung dengar dapur yang dikelola di cabang setempat. Apa yang dibutuhkan oleh dapur dan apa yang bisa dipersiapkan oleh LPP.
Selain itu, dalam acara ini juga dipamerkan beberapa produk pertanian yang dilaksanakan oleh pengurus LPP NU. Hadir dalam acara ini ratusan pengurus LPP dari berbagai daerah.
"Ekosistem pertanian SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) adalah rantai pasok pangan terintegrasi yang menghubungkan langsung hasil panen petani, peternak, dan UMKM lokal dengan dapur pelayanan gizi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), betapa pentingnya keterlibatan LPP PBNU dalam program MBG," ucap KH.Fahmi Akbar Idries mewakili TKA,










