Pebulu Tangkis Indonesia Diterpa Kasus Dugaan Match Fixing, Begini Kondisi Pelatnas PBSI

Pebulu Tangkis Indonesia Diterpa Kasus Dugaan Match Fixing, Begini Kondisi Pelatnas PBSI

Olahraga | sindonews | Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:09
share

Dugaan kasus match fixing atau pengaturan skor yang menyeret sejumlah pebulu tangkis Indonesia tengah menjadi perhatian. Meski demikian, situasi tersebut disebut tidak mengganggu aktivitas maupun persiapan atlet di Pelatnas PBSI.

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, mengungkapkan kondisi di Pelatnas PBSI Cipayung tetap berjalan normal. Keduanya memastikan para atlet masih fokus menjalani program latihan dan mempersiapkan diri menghadapi agenda internasional.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) saat ini tengah menjalankan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah atlet. Beberapa pebulu tangkis Indonesia, khususnya dari sektor ganda campuran, disebut masuk dalam penyelidikan tersebut.

Namun, proses investigasi yang masih berlangsung itu tidak membuat suasana di Pelatnas PBSI berubah. Raymond menyebut para atlet tetap menjalani rutinitas seperti biasa dan tidak terpengaruh oleh isu yang sedang berkembang.

"Oh suasana (Pelatnas PBSI) mah biasa-biasa aja sih sebenarnya," kata Raymond kepada awak media, termasuk iNews Media Group, di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8/2026).Raymond menilai dugaan kasus tersebut juga dapat menjadi pembelajaran bagi para atlet. Ia bersama Joaquin memilih mengambil sisi positif dari persoalan yang sedang ditangani BWF tersebut.

"Ya pelajaran aja juga buat kami. Ya kalau menurut saya kan kita jadi atlet juga bukan cari itu sih sebenarnya kalau saya," tutur Raymond.

Joaquin menyampaikan pandangan serupa. "Sama," timpalnya.

Alih-alih larut dalam isu tersebut, Raymond dan Joaquin kini mengarahkan perhatian penuh ke persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026. Turnamen bergengsi itu akan berlangsung di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus 2026.

Di sisi lain, PP PBSI sebelumnya telah menyatakan sikap terkait dugaan pelanggaran integritas tersebut. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menegaskan federasi menghormati proses yang sedang dilakukan BWF.

"PP PBSI menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulu tangkis serta menghormati independensi proses yang sedang berlangsung," ujar Ricky dalam keterangan resmi PBSI.

Dengan proses investigasi masih berjalan, PBSI memilih menyerahkan penanganan perkara kepada BWF. Sementara itu, aktivitas di Pelatnas PBSI tetap berlangsung dan para atlet diarahkan untuk menjaga fokus menghadapi turnamen yang sudah berada di depan mata.

Topik Menarik