YPHP, Pelni, dan Pelindo Buka Jalur Pendidikan hingga Tuntas bagi Anak Papua

YPHP, Pelni, dan Pelindo Buka Jalur Pendidikan hingga Tuntas bagi Anak Papua

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:38
share

Sebanyak 65 siswa dari berbagai wilayah pedalaman Papua tiba di Jakarta setelah 7 hari berlayar bersama Pelni. Mereka akan melanjutkan pendidikan menuju Sekolah Lentera Harapan Gunung Moria di Tangerang dan juga perguruan tinggi.

Angkatan tahun ini terdiri dari 65 siswa kelas 7 hingga kelas 10 yang berasal dari berbagai wilayah Papua, antara lain Nalca 19 siswa, Korupun 22 siswa, Danowage 6 siswa, Daboto: 1 siswa, Mokndoma 12 siswa, Waisai 2 siswa, Sentani 1 siswa, dan Tarup 2 siswa.

Baca juga: KKN Tematik LLDikti X-III di Palembayan Ditutup, 34 Kampus Kolaborasi Pascabencana

Melalui siaran pers, Selasa (11/82026), kedatangan 65 siswa dari Papua ini menandai dimulainya babak baru dalam sebuah program pendidikan jangka panjang yang dibangun oleh Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP).

Program ini merupakan bagian dari komitmen YPHP untuk memastikan bahwa tempat seorang anak dilahirkan tidak menentukan sejauh mana ia dapat bermimpi dan belajar.Kedatangan para siswa turut disambut oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, bersama pimpinan Pelni, Pelindo, dan YPHP.

Baca juga: Beasiswa Pendidikan Indonesia 2026 Dibuka, Cek Persyaratan Lengkapnya

“Anak-anak Papua harus mendapatkan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mencapai pendidikan setinggi-tingginya. Tantangan geografis tidak boleh menjadi batas masa depan mereka. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, BUMN, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan semakin banyak anak Papua mendapatkan kesempatan tersebut," ujar Wamendagri.

Selama hampir tiga dekade, YPHP telah membangun dan mengembangkan pelayanan pendidikan di berbagai wilayah pedalaman Papua.

Melalui jaringan Sekolah Lentera Harapan, pendidikan diselenggarakan sedekat mungkin dengan tempat anak-anak bertumbuh, termasuk di Mamit, Daboto, Karubaga, Nalca, Korupun, Danowage, Tumdungbon, Mokndoma, Saman, Holuwon, dan berbagai komunitas lainnya.Saat ini, pelayanan pendidikan tersebut menjangkau lebih dari 1.500 siswa. Di wilayah-wilayah yang secara geografis sangat terpencil, membangun sekolah dasar merupakan langkah pertama yang penting.

Namun YPHP melihat bahwa tantangan sesungguhnya adalah memastikan anak-anak tersebut tidak berhenti di tengah jalan.

Ketika memasuki usia remaja, keterbatasan akses pendidikan lanjutan, jarak geografis, kondisi sosial, dan berbagai faktor lainnya dapat membuat perjalanan pendidikan anak terhenti.

Karena itu, YPHP membangun sebuah jalur yang memungkinkan sebagian siswa melanjutkan pendidikan ke SLH Gunung Moria, Tangerang, sebuah sekolah berasrama yang berada dalam lingkungan Universitas Pelita Harapan.

Di Gunung Moria, mereka tidak hanya melanjutkan SMP dan SMA. Mereka dipersiapkan melalui pendidikan akademik, pembentukan iman dan karakter, kemandirian, kecakapan hidup, serta pengalaman hidup yang jauh lebih luas untuk suatu hari mampu memasuki pendidikan tinggi.YPHP menyampaikan penghargaan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, yang telah menjadi bagian dari perjalanan anak-anak Papua sejak angkatan sebelumnya dan kembali mengambil bagian dalam perjalanan tahun ini.

YPHP juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, yang turut mendukung kedatangan dan penyambutan para siswa di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada tahun 2025 serta 2026, lulusan SLH Gunung Moria telah mulai melanjutkan pendidikan di Universitas Pelita Harapan, termasuk untuk dipersiapkan menjadi guru dan perawat yang suatu hari dapat kembali melayani masyarakat Papua.

Topik Menarik