10 Pelatih Liga Inggris Paling Rawan Dipecat, Ada Xabi Alonso hingga Michael Carrick
Musim Premier League 2026/2027 segera dimulai. Selain persaingan merebut gelar dan tiket kompetisi Eropa, posisi pelatih juga menjadi sorotan karena tuntutan hasil yang tinggi.
Sejumlah juru taktik memasuki musim baru dengan tekanan besar, terutama mereka yang menangani klub promosi atau tim yang memasang target tinggi. Berikut 10 pelatih yang dinilai paling rawan kehilangan pekerjaan musim ini menurut Give Me Sport.
1. Sergej Jakirovic – Hull City
Jakirovic membawa Hull City promosi ke Premier League setelah memenangkan playoff Championship. Sebelumnya, ia juga pernah membawa Zrinjski Mostar dan Dinamo Zagreb meraih gelar liga.
Namun, tantangan di Premier League sangat berbeda. Hull diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat untuk terdegradasi. Jika hasil buruk datang sejak awal musim, tekanan terhadap Jakirovic bisa meningkat dengan cepat.
2. Gary O'Neil – Ipswich Town
O'Neil mendapat pekerjaan berat bersama Ipswich yang baru promosi ke Premier League. Target utamanya adalah mempertahankan klub di kasta tertinggi.Ia memang memiliki pengalaman menangani Bournemouth dan Wolverhampton Wanderers di Premier League. Namun, sebagai sosok baru di Ipswich, O'Neil belum memiliki kredit sebesar Kieran McKenna yang sebelumnya tetap dipertahankan klub meski mengalami degradasi.
3. Frank Lampard – Coventry City
Lampard membawa Coventry City promosi melalui playoff Championship. Kini, ia kembali menghadapi tantangan Premier League setelah sebelumnya menangani Chelsea dan Everton.
Coventry diperkirakan harus berjuang keras untuk bertahan. Jika performa tim merosot tajam, posisi Lampard bisa ikut terancam.
4. Oliver Glasner – Nottingham Forest
Glasner datang ke klub yang terkenal tidak segan melakukan pergantian pelatih. Nottingham Forest bahkan melewati beberapa pergantian juru taktik musim lalu.
Setelah Nuno Espirito Santo, Ange Postecoglou dan Sean Dyche bergantian menangani tim, Forest akhirnya menunjuk Glasner untuk musim 2026/2027. Situasi tersebut membuat sang pelatih harus bekerja di bawah tekanan tinggi.5. Daniel Farke – Leeds United
Farke berhasil membawa Leeds United menjuarai Championship dan kembali ke Premier League. Namun, masa depannya sempat menjadi bahan spekulasi meski telah memastikan promosi.
Munculnya rumor mengenai kandidat lain, termasuk Jose Mourinho, menunjukkan besarnya ekspektasi manajemen Leeds. Farke kini harus membuktikan dirinya mampu membawa klub bertahan di Premier League.
6. Xabi Alonso – Chelsea
Alonso memiliki reputasi tinggi setelah sukses bersama Bayer Leverkusen. Namun, Chelsea bukan klub yang mudah memberikan waktu panjang kepada pelatih.
Sejak era Todd Boehly dan Clearlake Capital dimulai pada 2022, Chelsea telah beberapa kali mengganti pelatih. Dengan ekspektasi tinggi dan investasi besar, Alonso harus segera memberikan hasil positif.
7. Roberto De Zerbi – Tottenham HotspurTottenham menjalani dua musim terakhir dengan hasil mengecewakan dan finis di posisi ke-17 pada musim lalu.
De Zerbi kini mendapat dukungan besar dengan belanja pemain lebih dari £200 juta. Karena itu, tekanan untuk membawa Spurs bangkit sangat tinggi. Kegagalan memenuhi target bisa membuat posisinya tidak aman.
8. Alvaro Arbeloa – Fulham
Arbeloa memasuki musim baru dengan tantangan besar sebagai pelatih Fulham. Salah satu persoalan yang harus segera diatasi adalah kepergian Harry Wilson yang memberikan kontribusi penting musim lalu.
Kemampuan Arbeloa menjaga daya saing Fulham akan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan masa depannya.
9. Pierre Sage – Crystal PalaceSage ditunjuk untuk membawa Crystal Palace kembali stabil setelah periode penuh ketidakpastian di posisi pelatih.
Ia dikenal memiliki kemampuan memperbaiki performa tim yang sedang mengalami masalah. Namun, hasil di awal musim tetap akan menjadi faktor penting bagi keamanan posisinya.
10. Michael Carrick – Manchester United
Carrick awalnya dipercaya sebagai solusi sementara setelah berakhirnya era Ruben Amorim. Namun, performa apik membuatnya mendapatkan kontrak permanen.
Sebagai legenda klub, Carrick memiliki dukungan kuat dari suporter. Ia juga berhasil membawa Manchester United meraih kemenangan atas Manchester City, Arsenal, dan Aston Villa.
Meski demikian, tekanan tetap tinggi karena Manchester United akan kembali bermain di Liga Champions. Konsistensi menjadi kunci agar Carrick tidak masuk dalam daftar pelatih yang terancam.










