Boni Hargens Sebut Pernyataan Kapolri Bukti Polri Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri dan Muhammadiyah memiliki visi serta semangat yang sejalan dalam melindungi masyarakat Indonesia dari berbagai ancaman. Hal itu disampaikan Kapolri saat dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci Muhammadiyah.
"Kita memiliki semangat dan tekad yang sama untuk menjaga masyarakat kita dari ancaman. Dalam situasi apa pun, Indonesia tetap bisa bertahan dan tetap bisa bertumbuh," demikian ditegaskan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Sabtu (8/8/2026).
Kapolri secara khusus menekankan pentingnya silaturahmi yang berkelanjutan dan kolaborasi yang produktif antara Polri, Muhammadiyah, dan Tapak Suci. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara secara keseluruhan. Hubungan ini dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Baca Juga: 9 Irjen Pol Dimutasi Kapolri pada Akhir Juli 2026, Berikut Namanya
Analis politik dan hukum sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens memberikan penilaian mendalam terhadap pernyataan Kapolri tersebut. Menurutnya, pernyataan itu bukan sekadar retorika, melainkan mencerminkan komitmen yang murni dan teguh terhadap dua hal fundamental yang krusial bagi stabilitas Indonesia saat ini. Menurutnya, ada dua komitmen yang tersirat dalam pernyataan Kapolri.
Boni Hargens. Foto/Dok iNews"Pertama adalah komitmen menjaga kesatuan Polri dengan masyarakat sipil dalam konteks society-policing yang berorientasi pada terciptanya keamanan dan ketertiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan sebagai objek pengamanan, melainkan sebagai mitra aktif Polri," ujar Boni, Minggu (9/8/2026).Akademisi ilmu politik dan ilmu hukum yang juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara tersebut menegaskan komitmen kedua Kapolri yaitu mengutamakan keutuhan nasional di tengah situasi ekonomi dan politik global yang tidak menentu, dalam rangka menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran, karena stabilitas internal menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemajuan Indonesia ke depan.
"Transendensi dari gagasan Kapolri adalah bagaimana menyatukan masyarakat sipil dan Polri sebagai upaya menjamin stabilitas nasional dalam segala gatra, terutama gatra keamanan. Itu sesuatu yang fundamental dan paling dibutuhkan pemerintah saat ini," kata Boni.
Boni menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia, pendekatan society-policing yang digaungkan Kapolri menjadi relevan sebagai strategi menjaga kohesi sosial. Ketika kepercayaan antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil terjaga dengan baik, fondasi bagi stabilitas nasional pun menjadi semakin kuat dan kokoh.
Ia juga menggarisbawahi gagasan yang diusung Kapolri sebagai nosi yang memiliki dimensi yang melampaui sekadar simbolisme seremonial. "Penyatuan masyarakat sipil dan Polri dalam satu visi keamanan bersama merupakan langkah strategis yang sangat dibutuhkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam menghadapi dinamika situasi yang kompleks baik di tingkat nasional maupun global," kata doktor filsafat lulusan terbaik Universitas Walden, Amerika Serikat, tersebut.










