6 Strategi Abdul El-Sayed Mampu Kalahkan AIPAC dan Kelompok Pro-Zionis
Suara helaan napas terdengar dari kerumunan hadirin saat anggota Kongres AS Haley Stevens mulai mengejar keunggulan Abdul El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat Michigan untuk kursi Senat AS.
El-Sayed, seorang pegiat kesehatan masyarakat, naik ke panggung setelah tengah malam di tengah suasana ketidakpastian yang meredupkan semangat perayaan para pendukungnya di Detroit pada Rabu dini hari.
"Saya berharap bisa mengatakan kepada Anda semua bahwa saya sedang mendeklarasikan kemenangan saat ini. Ternyata, penghitungan suara di Michigan memakan waktu lama. Ini negara bagian yang besar," selorohnya.
Kandidat progresif tersebut kemudian mengingatkan hadirin mengenai tantangan yang dihadapi kampanyenya: dana kampanye puluhan juta dolar yang digelontorkan oleh American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) dan kelompok-kelompok kepentingan khusus lainnya.
"Saya ingin Anda mengingatkan mereka bahwa jika kita berhasil melewati ini—saat kita berhasil melewatinya, insyaallah [atas izin Tuhan]," ujarnya, "kita telah menahan gempuran dana 70 juta dolar dan terus melakukan perlawanan."
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Stevens, anggota Kongres yang telah menjabat selama empat periode, terus memangkas selisih keunggulan El-Sayed seiring masuknya suara, hingga margin di antara keduanya menjadi kurang dari 1 persen. Hasil akhir baru keluar pada Rabu pagi, jauh setelah matahari terbit memulai hari yang baru. El-Sayed menang dengan selisih suara yang sangat tipis.
Ia berhasil mengungguli tidak hanya Stevens, tetapi juga kelompok-kelompok pro-Israel dan para tokoh kunci Partai Demokrat di Michigan—termasuk pejabat tinggi partai seperti Gubernur Gretchen Whitmer—yang sebelumnya memberikan dukungan kepada lawannya.
Hasil ini tampaknya mengejutkan sistem politik AS, memberikan pukulan telak lainnya bagi kubu Demokrat yang pro-Israel, serta memicu reaksi dari Presiden Donald Trump yang dengan cepat melabeli El-Sayed sebagai "pecundang komunis yang membenci Yahudi dan Israel".Namun, pesan dari hasil pemungutan suara ini jelas: besarnya dana kampanye dan dukungan dari tokoh-tokoh ternama mungkin tidak lagi cukup untuk memastikan kemenangan di dalam Partai Demokrat.
6 Strategi Abdul El-Sayed Mampu Kalahkan AIPAC dan Kelompok Pro-Zionis
1. Melawan Status-quo
Para pendukung El-Sayed berpendapat bahwa penundaan perayaan dan selisih kemenangan yang lebih kecil dari perkiraan tidak seharusnya mengurangi arti penting pemilihan ini.Anggota legislatif negara bagian dari Partai Demokrat, Alabas Farhat, mengatakan bahwa kemenangan El-Sayed mengirimkan pesan bahwa jika kandidat mengusung platform anti-perang dan bersedia menantang kelompok kepentingan khusus seperti AIPAC, masyarakat akan memilih mereka.
"Situasinya bukan lagi sekadar mempertahankan status quo dan para politisi mapan yang terbiasa melenggang mudah dalam pemilihan ini," ujar Farhat kepada Al Jazeera.
"Kini giliran orang-orang yang ingin hadir membawa perubahan serta menawarkan agenda besar yang berani dan solusi nyata bagi keluarga pekerja di Michigan maupun di tempat lain."
Stevens sebelumnya mendapat dukungan luar biasa dari kalangan elit Partai Demokrat. Ia didukung oleh Whitmer, mantan Senator Debbie Stabenow, Pemimpin Demokrat di Senat Chuck Schumer, serta Senator Gary Peters yang akan pensiun—sosok yang kursinya kini diperebutkan oleh Stevens.
Kemenangan atas Stevens membuka jalan bagi El-Sayed untuk bertarung dalam pemilihan umum bulan November melawan mantan anggota DPR dari Partai Republik, Mike Rogers, yang didukung oleh Trump dan kemungkinan besar akan mendapat dukungan dari kelompok-kelompok pro-Israel. AIPAC telah mengisyaratkan akan terus menggelontorkan dana di Michigan demi mengalahkan El-Sayed dalam pemilihan umum. "Anggota kami tetap bertekad untuk memastikan para pemilih menolak Dr. El-Sayed beserta agenda radikalnya yang anti-Israel pada bulan November mendatang," demikian pernyataan kelompok tersebut pada hari Rabu.
Kelompok lobi pro-Israel itu juga menanggapi kemenangan El-Sayed dengan nada meremehkan, seraya menyoroti kemenangan kandidat pro-Israel lainnya—termasuk di Missouri, tempat Anggota Kongres Wesley Bell menang telak atas penantang progresifnya, mantan Anggota Kongres Cori Bush."Meski kecewa karena beberapa kandidat yang kami dukung gagal meraih kemenangan, komunitas kami bangga dapat mendukung politisi Demokrat maupun Republik yang pro-Israel dan menjunjung nilai-nilai kami. Kami juga merasa optimis melihat para pemilih dalam berbagai pemilihan pendahuluan musim ini terus menjatuhkan pilihan pada pemimpin yang mendukung kemitraan kuat antara AS dan Israel," ujar PAC tersebut.
Meskipun berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa hasil pemilihan umum masih belum dapat dipastikan, para analis menekankan betapa bersejarahnya kemenangan El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan.
2. Didukung Bernie Sanders
Senator progresif Bernie Sanders menyebut kemenangan El-Sayed sebagai "kemenangan paling luar biasa" dalam politik modern AS."Pernahkah Anda mendengar tentang seorang kandidat dalam pemilihan besar yang kalah jauh dalam hal dana kampanye—dengan rasio pengeluaran lawan sembilan banding satu—namun berhasil mengalahkan seluruh kekuatan mapan dan memenangkan pemilihan?" ujar Sanders dalam siniar Pod Save America.
"Saya tidak ingat ada orang yang pernah melakukan hal itu."
3. Mengandalkan Kubu Sayap Kiri
El-Sayed bukan satu-satunya yang meraih kemenangan bagi kubu sayap kiri Partai Demokrat dalam pemilihan pendahuluan di negara bagian tersebut. Hasil di Michigan ini dipandang sebagai pencapaian besar bagi kelompok kiri progresif secara keseluruhan.Dalam pemilihan hari Selasa, anggota legislatif negara bagian yang progresif, Donavan McKinney, mengalahkan petahana pro-Israel Shri Thanedar dalam pemilihan pendahuluan Demokrat untuk kursi DPR AS. Di sebuah distrik di utara Detroit, aktivis iklim berhaluan kiri William Lawrence juga memenangkan pemilihan pendahuluan Demokrat untuk Kongres dengan selisih 15 poin.
Di seluruh AS—mulai dari California, Colorado, Pennsylvania, New Jersey, hingga New York—kaum progresif telah memenangkan pemilihan serupa, menumbangkan sejumlah petahana dan merebut kursi kosong di distrik-distrik yang menjadi basis kuat Demokrat.
Hal yang membuat kemenangan El-Sayed begitu signifikan bukan hanya besarnya dana kampanye dan dukungan pihak lawan yang dihadapinya, melainkan juga fakta bahwa ia memenangkan pemilihan tingkat negara bagian di wilayah *swing state* (negara bagian yang suara pemilihnya bisa beralih antara Demokrat dan Republik) yang memilih Trump kurang dari dua tahun lalu. Michigan memiliki populasi lebih dari 10 juta jiwa.
Anggota Dewan Perwakilan Negara Bagian Pennsylvania yang progresif, Chris Rabb—yang akan melangkah ke Kongres setelah memenangkan pemilihan pendahuluan yang sengit untuk kursi di wilayah basis kuat Demokrat pada bulan Mei—mengatakan bahwa kandidat sayap kiri berhasil unggul karena mereka mampu merangkul pemilih melalui pendekatan yang penuh kepedulian dan substansial.Ia mengatakan bahwa kemenangan El-Sayed mengirimkan pesan kepada kubu mapan Partai Demokrat: "Mereka harus mencermati kembali kalkulasi elektoral untuk masa depan." "Cara-cara lama yang dulu efektif kini sudah usang dan ketinggalan zaman, serta tidak menjangkau kelompok pemilih yang akan datang memberikan suara—mereka yang tidak akan memilih kandidat Demokrat tradisional pada umumnya," ujar Rabb. "Namun, dia berhasil menarik minat orang-orang yang sudah lama tidak berpartisipasi dalam pemilu, atau bahkan belum pernah melakukannya sama sekali."
Ia menambahkan bahwa kemampuan El-Sayed dalam memperluas basis pendukung Partai Demokrat akan membantunya mengalahkan Rogers pada bulan November.
4. Program Kampanye yang Populis
Slogan kampanye El-Sayed adalah: "Singkirkan uang dari politik. Masukkan uang ke kantong Anda. Layanan kesehatan (Medicare) untuk semua."Program utamanya berfokus pada keterjangkauan biaya dan perluasan akses layanan kesehatan. Namun, keterlibatan AIPAC dalam pemilihan ini serta polarisasi terkait isu Israel menjadikan konflik di Timur Tengah—khususnya perang genosida Israel terhadap Gaza—sebagai isu sentral dalam pemilihan tersebut.
Russell Ellis, komentator media sosial yang dikenal dengan julukan "Jolly Good Ginger", mengatakan bahwa para pemilih di seluruh Amerika Serikat menunjukkan sikap "muak" terhadap Israel dan AIPAC.
"Jumlah pemilih yang secara tegas menolak pengiriman bom untuk melanjutkan genosida jauh lebih besar daripada yang diperkirakan banyak orang. Jumlahnya sangat masif," ujarnya kepada Al Jazeera.
"Menurut saya, sebagian besar warga Amerika sepakat bahwa kita tidak bisa mendukung genosida, dan bahwa penggunaan uang pajak serta bom Amerika untuk melakukan genosida—baik di Gaza, Sudan, Kongo, maupun di mana pun—adalah hal yang tidak dapat diterima."
Sungai Rhine di Jerman mencapai rekor permukaan air terendah saat kekeringan mengancam pasokan pangan dan ekonomi
5. Menggelorakan Anti-Perang
Terlepas dari kritikannya terhadap Israel, El-Sayed selalu mengembalikan pembicaraan politik ke isu Michigan.IklanAS telah menghabiskan miliaran dolar untuk dukungan militer bagi Israel, sekutunya di Timur Tengah, dan bahkan lebih banyak lagi untuk perang melawan Iran—sebuah konflik yang telah diupayakan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama beberapa dekade.El-Sayed berpendapat bahwa dana yang dihabiskan untuk perang seharusnya digunakan untuk membantu masyarakat di seluruh AS dan Michigan.
Para pendukungnya mengatakan bahwa kemenangan kubu progresif di Michigan menunjukkan bahwa pendekatan ini mendapat sambutan positif dari para pemilih.
"Kemenangan bersejarah hari ini di Michigan membuktikan bahwa Palestina akan menang dalam pemilu berkali-kali," ujar Iman Abid, direktur politik US Campaign for Palestinian Rights Action, dalam sebuah pernyataan.
"AIPAC bisa saja mencoba menggelontorkan jutaan dolar untuk propaganda, namun pada akhirnya, para pemilih Amerika tidak ingin uang pajak kami digunakan untuk mengebom keluarga-keluarga luas. Kami ingin mendanai layanan kesehatan, bukan peperangan.”
6. Membawa Angin Perubahan
Sally Howell, seorang profesor sejarah di University of Michigan-Dearborn yang memelopori penelitian akademis mengenai komunitas Arab-Amerika dan Muslim-Amerika, mengatakan bahwa kemenangan El-Sayed mencerminkan “perubahan nyata” bagi Michigan.“Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa para pemilih sangat frustrasi dengan kalangan mapan—baik kalangan mapan di Washington maupun di Partai Demokrat,” ujar Howell kepada Al Jazeera.
“Mereka menginginkan pemimpin yang akan membawa perubahan, bukan sekadar kelanjutan dari keadaan yang sama.”





