Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Prakarsa Bagja Juara

Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Prakarsa Bagja Juara

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 21:35
share

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui Fuel Terminal Cikampek memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melalui Program Prakarsa Bagja Juara. Program tersebut mengintegrasikan pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, dan pemanfaatan energi baru terbarukan.

"Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga kami dapat mengembangkan Eco-Agro Santri. Program ini tidak hanya membekali santri dengan pendidikan agama, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, pertanian, dan kemandirian," ujar Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan Jaenal Apip saat menerima kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden Tina Talisa dalam keterangan pers, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga:Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju

Kolaborasi Pertamina Patra Niaga dengan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan telah berjalan sejak 2024 melalui tiga pilar Santri Tangguh, yaitu Al-Qur’an, literasi digital, dan kecakapan bertani. Melalui program Eco-Agro Santri, pesantren kini menghasilkan sekitar 250 kilogram sayuran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi santri sekaligus mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan.

Pesantren juga memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pertanian serta mengolah limbah organik dapur menjadi biogas sebagai energi alternatif untuk memasak di kantin. Inisiatif tersebut mendorong pesantren berperan dalam penguatan ketahanan pangan, transisi energi, dan ekonomi sirkular.

Salah satu inovasi utama Program Prakarsa Bagja Juara ialah Bank Jerami melalui skema tukar jerami. Jerami yang sebelumnya dibakar setelah masa panen kini dikumpulkan dan ditukar dengan pupuk, air hasil pengolahan reverse osmosis, atau bantuan biaya pemasangan sambungan baru Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Rata-rata 2–3 ton jerami per musim panen telah dikelola melalui skema tersebut.Staf Khusus Wakil Presiden Tina Talisa mengapresiasi program tersebut karena mengubah limbah pertanian menjadi sumber manfaat ekonomi dan sosial. “Jerami yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial. Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Baca Juga:Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal

Skema Tukar Jerami memperoleh pengakuan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai program pemberdayaan petani pertama melalui tukar jerami dengan air. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau Bank Sampah WISE, Bank Sampah Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, pengolahan pupuk organik, koperasi, UMKM Dapur Teteh, kawasan Eco-Agro Santri, PLTS, serta instalasi biogas.

Penggerak lokal Program Prakarsa Bagja Juara Endang Sutisna mengatakan program tersebut meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan membuka peluang ekonomi baru. Pertamina Patra Niaga menyatakan akan melanjutkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan itu melalui kolaborasi multipihak untuk mendukung pendidikan, akses air bersih, pertumbuhan ekonomi, konsumsi-produksi berkelanjutan, dan penanganan perubahan iklim.

Topik Menarik